Jalan Tol Layang – Japek II Elevated

Jalan Tol Layang – Japek II Elevated

Setelah jalan tol layang Jakarta – Cikampek II (Elevated) diresmikan pada 12 Desember 2019 dan mulai beroperasi pada Minggu, 15 Desember 2019, saya dan suami berkesempatan melintasi tol tersebut. Hari Minggu itu kami akan pulang dari Jatinangor pukul 21.10 menuju Jatiasih, Bekasi.

Sayangnya, di km. 97 Tol Cipularang lalu lintas mulai tersendat bahkan berhenti. Jam menunjukkan pukul 22.22 dengan suasana hujan lebat dan macet sempat mengkhawatirkan karena perkiraan tiba di rumah akan semakin lambat. Kabar yang terlihat dari aplikasi peta ada kecelakaan di daerah Jatiluhur.

Kilometer 97 Tol Cipularang

Pukul 23.32, butuh waktu satu jam lebih menempuh jarak 9 km. Akhirnya untuk melepas penat, kami singgah di peristirahatan kedua km. 88 Tol Cipularang. Suasana hujan dan macet, membuat parkiran penuh. Pastinya banyak pengemudi yang sama seperti kami, ingin ke toilet dan melepas lelah sejenak.

Setelah beristirahat sepuluh menit, perjalanan kami lanjutkan masih dengan kemacetannya. Jujur, saya tidak kuat menahan kantuk mulai dari km. 72. Suami pun minta saya tidur, janjinya akan dibangunkan ketika mendekati tol layang Japek.

Betul saja, begitu baru naik tol layang saya dibangunkan, lihat jam pukul 02.02. berarti, dua jam setengah dari Sadang ke Karawang Barat. Letak pintu masuk tol layang menuju Jakarta. Perjalanan yang melelahkan pastinya bagi suami karena mengemudi dalam keadaan macet mulai dari km. 97.

Kondisi tol layang ini relatif lancar, kecepatan yang tertera di rambu minimal 60 kilometer – 80 kilometer per jam. Sebaiknya kita mematuhi aturan tersebut untuk faktor keamanan. Pada awal setelah menanjak tol layang, aspal jalan tidak rata cenderung bergelombang di ruas jalan selanjutnya juga banyak yang bergelombang. Apalagi ketika melintas sambungan jembatan, rasanya tidak nyaman, kendaraan akan terguncang karena sambungan tersebut. Bahkan ada beberapa titik sambungan yang terasa sekali guncangannya. Contohnya di kilometer 33.400. Bagi kendaraan dengan suspensi keras pasti akan lebih tidak nyaman.

Sebaiknya memang harus memperhatikan kecepatan kendaraan saat melintas tol layang ini, dengan kondisi bergelombang, kecepatan tinggi akan beresiko dan membahayakan. Ditambah adanya beban angin yang biasa terjadi pada konstruksi tinggi, dimana memungkinkan angin menerpa kendaraan. Perhatikan juga kondisi kendaraan, jangan sampai kendaraan menjadi bermasalah atau mogok di atas tol. Walaupun penyedia layanan menyediakan jalur darurat untuk evakuasi.

Konstruksi jalan yang menanjak dan menurun sepanjang jalan tol layang, tidak menjadi masalah. Hal ini karena mengikuti struktur yang sudah ada sejak awal (existing). Misalnya jika di bawahnya ada jembatan maka otomatis tol layang dibuat lebih tinggi. Pastikan saja, jangan sampai pengemudi kehilangan konsentrasi terhadap kontur jalan.

Untuk penerangan sepanjang jalan tol layang, sudah memadai. Sayangnya kami berkendara di malam hari, sehingga suasana sekitar sepanjang jalan tol tidak bisa saya nikmati. Padahal di samping jalan tol ini ada proyek lintasan LRT (Light Rapid Transit)

Waktu tempuh dengan kecepatan rata-rata 70 kilometer per jam melintasi tol layang dari Karawang Barat hingga masuk ke gerbang tol Cikunir, masuk ke Tol JORR dengan membayar tarif 15.000 rupiah selanjutnya keluar di Jatiasih hingga tiba di rumah adalah 50 menit. Cukup lumayan memangkas beberapa waktu dibandingkan lewat jalur di bawah tol layang.

Perlu diperhatikan, jika tujuan akan ke wilayah Bekasi Timur, Bekasi Barat atau Bekasi Utara, jangan lewat tol layang ini, ya. Karena tol ini diperuntukkan tujuan langsung menuju Jakarta atau Tol JORR. Karena rumah saya di Jatiasih, masih bisa menggunakan tol layang, karena tol JORR ada akses keluar menuju Jatiasih.

Selamat mencoba Japek Elevated, ya. Mumpung gratis! Tapi ingat, pastikan kondisi pengemudi fit dan kendaraan anda harus prima.

rumahmediagrup/gitalaksmi