Jangan Baper, Ibu

Jangan Baper, Ibu

Duhai, Ibu. Betapa ‘baper‘ begitu mudah menghinggapimu. Bahkan hanya dengan perkara kecil sekalipun. Bisa membangkitkan perasaan itu.

Merasa terpukul luar biasa saat anak jatuh sakit. Merasa usaha sia-sia saat si kecil melancarkan gerakan tutup mulut. Menolak makanan buatanmu.

Menjadi murung ketika uang belanja menipis. Bersamaan pula gas dan beras habis. Dahi langsung mengernyit tatkala mesin token listrik berbunyi, “nit … niiitt ….

Merasa tak istimewa hanya karena masakan keasinan, maupun kurang garam. Atau karena tak bisa membuat masakan canggih seperti mama-mama lainnya. Merasa tertekan dalam hati tatkala suami pulang kerja sementara kondisi rumah berantakan bak kapal pecah. Lantas berpikir ke mana-mana, “Ah, pasti suami kecewa.”

Lalu berujung menyalahkan diri sendiri. Tak becus menjaga anak hingga bisa-bisanya anak terserang penyakit. Tak pandai mengatur keuangan rumah tangga.

Hingga rendah diri. Ketika masakan tidak habis. Kemudian berpikir, pasti anak dan suami ‘nggak‘ doyan dengan masakan ala amatir yang ‘nggak‘ enak rasanya.

Duhai, sesungguhnya Ibu. Anakmu tak pernah menuntutmu menjadi ibu yang sempurna. Cukup menjadi seorang ibu yang bahagia.

Sesungguhnya pasanganmu tak butuh melihat rumah yang rapi paripurna. Saat pulang dari kerja. Cukup secangkir teh hangat dan hadirmu duduk menemani di sampingnya.

Sungguh, Ibu. Dirimu begitu istimewa. Pelita penerang sesungguhnya di rumah dan di tengah keluarga. Bahagiamu akan menghadirkan suasana ceria.

Tak mengapa, Ibu. Sungguh tak mengapa jika barang-barang sedikit berserakan di rumah. Ataupun masakan kurang rasa.

Anak sakit pun sudah biasa. Asal kau tetap setia mendampingi dan memberi rasa nyaman pada ananda. Sambil berikhtiar teriring doa agar Allah beri kesembuhan padanya.

Tulisan ini kubuat untuk seluruh ibu di dunia. Pastinya untukmu dan untukku juga. Ingin mengingatkan bahwa kita ini istimewa dan luar biasa.

Tengoklah ke cermin sekarang. Tatap wajah yang ada di sana. Berikan senyuman yang paling lebar, percaya diri dan ceria. Lalu katakan padanya, “Kamu istimewa dan luar biasa.”

Ditulis ulang dan disunting seperlunya dari :
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10157939451107847&id=748347846

Selamat Hari Ibu

– Bandung, 22 Desember 2019 –

rumahmediagrup/arsdiani

One comment

Comments are closed.