JANGAN BERPEGANG PADA SIMPUL YANG KUSUT

Jangan Berpegang pada Simpul yang Kusut

Keteguhan hati seseorang adalah ekspresi dari apa yang diembanya. Pemahan yang ia punya akan meramu menjadi suatu standar ketika fakta terhampar dihadapan. Sedikit perasaan akan mendramatisir keadaan, maka disaat itulah akal yang tunduk pada keimanan menjadi eksekutor pilihan. Allah telah ciptakan kita dalam bentuk yang sempurna, lengkap dengan komponen pendukungnya hingga terstrukturlah khosiatul insan (kekhasan manusia) yang Allah berikan pada setiap makluk.

Allah hadirkan kebutuhan jasmani sebagai sesuatu hal yang harus manusia penuhi. Allah berikan naluri agar manusia menjalankan hidup sesuai fitrahnya. Allah berikan akal agar manusia mampu tentukan pilihan dan mengenalNya. Allah yang paling tau bagaimana seharusnya kita hidup dan menjalani hidup. Tak perlu menjadi hamba yang membangkang, ikuti saja apa yang telah ditetapkan kepadamu sebagai hamba.

Abdullah itu hamba Allah. Hakikat seorang hamba adalah nurut, patuh, dan ikut apa kata tuanya. Penghambaan diri kepada Allah adalah kedudukan paling tinggi manusia disisi Allah. Hingga setinggi apapun ia di dunia maka yang dilakukanya adalah dengan sengaja menjatuhkan derajat untuk bersujud di atas sajadah.

“Wahai manusia, kamulah yang bergantung dan butuh kepada Allah; sedangkan Allah Dia-lah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (TQS. Faathir: 15)

Manusia itu Abdullah, al-‘ubudiyyah (penghambaan diri) kepada Allah. Semuanya tergantung pada Allah, untuk kita dapat memenuhi kebutuhan hidup. Ketika bergantung pada Allah, berarti juga harus tunduk dan patuh terhadap aturanNya.

Seluruh sendi kehidupanya dalam kendali Allah. Pendidikan, hukum, ekonomi, pengelolaan sumber daya alam, pengaturan kehidupan keluarga sampai negara harus sesuai dengan aturan Allah, jika tidak, berarti itu adalah hamba palsu.

Manusia itu lemah, terkadang lengah membedakan bertindak karena eksistensi atau memang ikhlas karena Allah. Motivasi manusia juga berbeda-beda, mulai dari ingin tenar, mendapat posisi aman, memperkaya diri atau hanya sekedar prestise. Karena itu Islam kuatkan kita, Allah minta kita itu kembalikan semua berdasarkan Alquran dan Sunnah sebagai tuntunan utama dalam hidup.

Jika ada yang mengangggap hukum, ide-ide Islam, dan aturan dari Allah itu memecah belah, lalu mereka hamba siapa? Jangan biarkan perputaran dunia membuat perjalan kita sebagai musafir masuk dalam regulasi yang tak ada hentinya. Tawaran-tawaran dunia hanya akan membuat kita terjebak dalam simpul-simpul kusut hingga tak akan mampu temukan hakikat tujuan dari kehidupan yang sesungguhnya.

rumahmediagrup/firafaradillah