JANGAN KHAWATIR


By. Gina Imawan

Saat guru diminta berangkat pelatihan atau masuk kerja di waktu libur, itu akan mendzolimi hak keluarga guru tersebut.

Selama ini alasan kepala sekolah selalu, bila pelatihan dilakukan di jam kerja, itu akan mendzolimi anak.

Ternyata,
Allah yang akan menjaga siswa saat gurunya pergi mencari ilmu. Benar-benar dengan niat yang tulus mencari ilmu.

Itu wejangan yang kami terima dari Buya Yahya, salah satu ulama yang ada di Cirebon.

Nasihat ini keluar saat kami, guru-guru sekota Cirebon sowan dan ikut pengajian beliau.

Saat itu salah seorang rekan guru kami bertanya, tepatnya agak curhat, soal rapat, pembuatan administrasi, seminar dan lain-lain yang mengambil waktu di hari minggu.

Atau seringnya sepulang sekolah hingga jam 5 sore.

Kami memang hadir dan menyelesaikannya dengan baik, bersamaan dengan miris dan was-wasnya hati karena meninggalkan anak dan keluarga terlalu lama di rumah.

Akhirnya, kami pulang dengan sejuta rasa yang…. Entah.

Lalu rasa itu menimbulkan aneka jenis efek yang lain. Baik dengan anak maupun pasangan.

Maka, wejangan bijak itu pun mengalir. Buat kepala sekolah, buat kami semua. Intinya jadilah pejuang. Pejuang yang bijak. Bijak membagi waktu untuk keluarga dan berkhidmat untuk anak bangsa.

Dan kebijakan ini ada pada kepala sekolah sebagai policy maker nya. Sebagus apapun guru sebagai prajurit, posisi kepala sekolah sebagai penentu keputusan. Kekuatan pemahaman dan manajemen kepala sekolah lah yang akan dipakai sebagai fasilitas bagi semua prajuritnya.

Menjadi prajurit berkualitas dan bahagia. Atau prajurit yang tertekan kebijakan.

Dan saat nasihat itu panjang lebar dijabarkan dengan bahasa yang santun oleh Buya Yahya, kami semua mengangguk dan merasakannya seperti oase di tengah padang Sahara.

Mencari ilmu dan pamahaman. Serta mengaplikasikannya dalam dunia nyata. Bukan hanya sekedar wacana. Ternyata wajib selama kita masih punya usia.

Semoga kami bisa menjadi guru yang benar-benar bisa digugi dan ditiru. Karena hanya Allah, Allah lagi dan Allah terus tujuan kami. Aamiin… Aamiin yaa mujibassaailiin…

Untuk Indonesia yang lebih baik. Untuk Indonesia yang jaya di mata dunia. Insya Allah..