Jangan Lockdown

“Jangan Lockdown” sebuah suara berbisik di telingaku, ketika aku mencapai puncak kejenuhan. Betapa tidak, aku harus berhadapan dengan tembok, ruang yang hanya selebar dua kali tiga, kamarku. Mengharuskanku berdiam diri.

Hari-hari Pandemi semakin panjang. Libur lockdown dua kali diperpanjang. Itu artinya untuk keluar rumah harus ditahan lagi. Sedangkan diam di rumah semakin membosankan. Yang rumahnya lebar dan halamannya luas mengatakan bosan apalagi yang rumahnya kecil dan halamannya sempit, bahkan tidak mempunyai halaman.

Bisikan di telinga? Jangan hiraukan. Ada banyak hal positif bisa dilakukan dalam mengatasi kejenuhan ini. Beberapa orang berkomunikasi dengan teman melalui video call grup, zoom, teleconference, ada yang yang melaksanakan senam di rumah, lebih rajin mengisi medsos setiap hari dan lain-lain. Ini adalah bentuk dari ketidaknyamanan yang mereka rasakan. Meski mereka tahu, bahwa kondisi ini bukan hanya dia sendiri yang merasakan. Hal semacam ini dirasakan oleh manusia sedunia.

Mereka yang tidak ingin waktunya terbuang begitu saja akan melakukan hal-hal positif yang bukan hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri, tetapi dia berusaha bisa bermanfaat bagi orang lain. Orang-orang semacam ini lumayan lah. Misalnya, beberapa orang yang memproduksi masker dengan harga yang murah tetapi aman dengan beberapa kriteria yang memenuhi syarat sebagai masker yang baik dan bermanfaat untuk mencegah virus terhirup, Ada pula yang menawarkan untuk siswa yang membutuhkan belajar online dia membuat soal untuk beberapa mata pelajaran yang dibutuhkan berjenjang dengan model soal online dari Google form maupun Google Drive atau yang lainnya.

Kita patut angkat topi kepada mereka yang mampu berkreasi dan memberikan manfaat kepada orang lain dengan gratis. Ini tidak beda dengan bershodaqoh. Pahalanya tentu sudah tercatat di agenda malaikat Roqib.

Berikut ini adalah memanfaatkan barang-barang tak terpakai untuk bisa digunakan sebagai barang yang bernilai, baik dari segi keindahan, kenyamanan, bahkan mungkin bisa menjadi fungsi finansial. Kegiatan apakah itu? Marilah kita ikuti petunjuk berikut ini.

Anda tentu punya barang-barang semacam kardus bekas, botol bekas, toples bekas. Nah, Pada kesempatan kali ini anda bisa memanfaatkan barang-barang bekas itu menjadi barang yang bernilai seni, bisa juga bernilai jual sehingga muaranya menjadi income tambahan.

Bingkai foto ini berasal dari kardus penyekat dalam dus hp . Agak rumit, maka diharapkan anda mencari celah bagaimana membuat lebih bagus, aman dan indah.

Bingkai foto dus hp di sebelahnya

Dari sebuah dus bekas HP bisa bermanfaat untuk tempat tisu, tentu anda harus membuat kreasi sesuai dengan keinginan. Masalah ukuran, standar untuk sebuah tempat tisu saja. Kemudian memberikan pernak-pernik agar menjadikan karya anda menjadi karya yang artistik. Perhatikan gambar berikut.

Tempat tisu dan kacamata

Atau kita membuat paduan warna dan tambahan pernak-pernik untuk menjadikan karya anda lebih artistik atau bernilai seni yang tinggi. Seperti gambar berikut ini.

Bisa buat pajangan kan

Nah, bagaimana? Kalau ini memang bermanfaat, JANGAN LOCKDOWN HATIMU … maka cobalah mengisi hari-hari Lockdown dengan menjadikan barang-barang bekas menjadi barang layak pakai dan indah. Selamat mencoba.

2 comments

Comments are closed.