Jangan Tutup Gerbang Dulu Pak Satpam …!

Jangan Tutup Gerbang Dulu Pak Satpam …!

Ya, rasanya ini judul yang lebih tepat buat true story ku di event mbak PJ Walidah Aryani dengan tema ‘Rahmat Itu Nyata’, sempat bolak-balik ketik dan hapus lagi supaya menemukan judul yang sreg.

Sedang amati, edit isi dan tanda baca, baca lagi, ko’ judul yang semalam ku ketik ‘Galau Tak Diundang Pelantikan’, ko’ seperti kurang greget, padahal proses mengetik naskah sedang on the way halaman 4. Butuh proses kemampuan menulis yang terus diasah dengan mengikuti event-event NuBar.

Oh iya, ada ide edit judul sebab terinspirasi mbak Pije, kak Yulia Medhy yang tadi pagi menyolek di WA, supaya sebaiknya merampingkan judul tulisanku yang bertema ‘Positive Thinking.’

Ya benar aku merasa banyak mendapat pelajaran berharga dari ikut di event-event NuBar, dan pastinya jika sudah kelar menuangkan konsep/ ide tulisan, cuma ada perasaan hepi dan lega, entahlah … ini mungkin yang disebut efek nulis yang salah satunya sebagai self healing, mengobati kegelisahan hati, iya kali penulis musti gelisah aja? he he … mungkin ada juga yang gak seperti itu.

Yang jelas memang melatih diri di event-event NuBar adalah salah satu caraku mengembangkan diri yang wujud karyaku nanti dalam buku-buku yang masih proses diterbitkan, akan sangat bermanfaat buat kebutuhan karir sebagai guru. Karena karya yang dibukukan ber ISBN bernilai angka kredit yang lumayan, selain manfaat buat pembacanya.

Terlambatkah di usia lebih dari 52 tahun baru mulai menulis?. Rasanya memang hal positif tidak pernah ada kata terlambat, hanya pas ketemu moment yang tepat jatuhnya di saat sekarang, it’s late better than never. Mari bergiat diri di kegiatan yang positif, dilingkupi teman-teman yang aktif dan kreatif pula.

salam literasi

rumahmediagrup/isnasukainr