Jauhi Keputusan Buruk Ini

Jauhi Keputusan Buruk Ini

Di zaman sekarang tidak sedikit orang yang mengakhiri hidupnya demi terlepas dari beban dunia. Terpuruknya ekonomi, keretakan rumah tangga, menjadi pemicu terbanyak seseorang melakukan hal tersebut.

Saat jiwa benar-benar rapuh, tanpa pegangan iman maka seseorang akan gampang mengambil keputusan hidupnya harus berakhir. Sebagian wanita bahkan mengajak anak-anaknya untuk ikut bersama menuju kematian yang tragis.

Apakah bunuh diri itu solusi tepat mengakhiri kemelut hidup?

Bila keinginan tersebut melintas dalam pikiran kita ada baiknya melakukan beberapa hal di bawah ini.

  1. Berwudhu atau basuhlah wajah kita. Air akan menyegarkan sel-sel yang tegang dan membuatnya menjadi rileks.
  2. Duduklah bersandar sejenak, kemudian ambil kitab suci (bila muslim tentu Al Quran). Baca perlahan-lahan beserta terjemahan. Ayat-ayat yang dibaca dan didengar dapat menyejukkan hati.
  3. Percayalah bahwa Allah tidak akan membebani umat-Nya diluar kemampuannya. Bila ada kemauan pasti ada jalan.
  4. Tanamkan dalam diri, tidak satu agama pun yang mengajarkan umatnya berputus asa dan mencari jalan pintas. Bunuh diri itu perbuatan terlarang.
  5. Tingkatkan kualitas hidup dengan mengikuti kajian agama.
  6. Lebih baik berani hidup daripada berani mati. Kita tahu kehidupan dunia, tapi belum mengenal bagaimana kehidupan setelah mati. Jalani sesuai takdir-Nya.

Demikian sebagian cara untuk menepis keinginan mengakhiri hidup, saat diri dilanda keputusasaan.

Rasulullah pun bersabda :

“Janganlah seseorang mengharapkan kematian karena tertimpa kesengsaraan. Dan kalaupun ia terpaksa atau benar-benar mengharapkannya, maka hendaklah berdoa, Ya Allah, berilah aku Uji) apabila kehidupan itu memang lebih baik bagiku. Dan matikanlah aku, apabila kematian itu memang lebih baik bagiku”. (HR. Muslim).   

Wallahu alam bishawab.