JIKA TAK INGIN BERUJUNG HOPELESS

Jika Tak Ingin Berujung Hopeless

Keindahan tercipta dengan segala pesonanya. Dua bulatan indah dengan beragam warna mampu melihat lukisan alam dengan puluhan megapixel. Pigmentasi warna hitam kecokelatan pada lapisan-lapisan pigmen iris (epithelium) dan sedikit tingkat melanin pada stroma akan menghasilkan warna biru pada bola mata. Indah memang ketika dipandang namun tidak perlu bahagia apalagi bangga cukup biasa saja dan bersyukur karena itu semua dari Allah, kita tidak bisa berkehendak untuk memilikinya.

Sama halnya dengan hidup ada keadaan yang tidak sesuai dengan harapan, ada harapan yang tidak kunjung terwujud. Putus asa, stress, galau, merasa yang paling menderita bahkan merasa jatuh kedalam palung terdalam, beban berat yang ditanggung perasaan. Pada dasarnya ada konsep dan rahasia bagi seorang muslim dalam menjalankan kehidupan agar ia tidak terjebak dalam keadaan yang berujung pada keputusasaan. Semua punya Allah, baik buruk berasal dari Allah. Alam semesta beserta isinya, hidup dan manusia juga berada dalam kekuasaanNya.

Kita sebagai manusia berada dalam satu lingkaran dengan ketetapan yang bernama takdir. Ada area dimana manusia mampu menguasai keadaan yang akan Allah mintai pertanggungjawaban dan sebaliknya ada area dimana manusia dikuasi. Ada kondisi saat kita diberi pilihan dengan bimbingan wahyu (alquran), ada kondisi kita harus menerima suatu keadaan (ketetapan Allah), ini bukti bahwa manusia terbatas dan lemah.  

Idealnya seorang muslim yang menjadikan islam sebagai dasar kehidupan. Menjadikan Islam yang memimpin dalam setiap tindakanya. Jika keinginan terwujud maka ia akan bersyukur, jika tidak ia akan bersabar. Memahami konsep ini akan membuat kita menjauhi hopeless dengan segala ujian yang telah ditetapkan Pencipta. Sesuatu hal yang tidak mampu dirubahnya maka akan ia syukuri sebagai pemberian Al-Khaliq.

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami Telah beriman,” Sedang mereka tidak diuji lagi?” (TQS. Al Ankabut: 2)

Ujian itu juga tanda keimanan, bukti Allah begitu mencintai hambaNya. Bencana yang sesungguhnya bagi seorang muslim adalah ketika ia abai syariat dan melanggar aturan Pencipta.

rumahmediagrup/firafaradillah