JOHAN

Johan

Sudah menjadi sesuatu yang lumrah dalam kehidupan sehari-hari bahwa ukuran pernikahan  adalah usia, pekerjaan dan kemapanan. Tentu bagi yang memasuki kepala tiga menjadi sesuatu yang paling ditakutkan, belum cibiran, gunjingan orang-orang sekitar yang beragam, desakan keluarga dan sebagainya.

Allah ciptakan manusia dengan kekhasanya, yaitu memiliki kebutuhan jasmani, naluri (ghorizah) dan akal sebagai eksekutor keduanya.  Naluri yang Allah berikan kepada setiap manusia berupa naluri berkasih sayang atau melanjutkan keturunan (na’u), mengkultuskan sesuatu (tadayun), dan mempertahankan diri (baqo’).  Semua itu meminta tuntutan untuk dipenuhi, sebagaimana naluri na’u menuntut untuk dipenuhi. Sebagai seorang muslim pemenuhan-pemenuhan ini haruslah dengan cara yang benar, cara yang telah Allah tetapkan.

Dilema memang, tapi percayalah jodoh itu ditangan Tuhan (JOHAN). Ya! semua itu kuasa-Nya, Allah yang akan menentukan kapan, dimana, dalam keadaan apa, umur berapa dan dengan siapa seseorang akan dipertemukan. Permasalahan jodoh mungkin saja sudah banyak yang membahas tapi ini hanya segelintir untuk kurangi sedikit kecemasan ketika belum berjumpa dengan dia yang ditentukan sang Pencipta.

Pernikahan itu bukan tujuan hidup, pernikahan bukan prestasi, bukan siapa cepat dia dapat karena pernikahan bukan perlombaan. Bukan berarti kita tak boleh peduli dengan hal ini, justru pernikahan adalah gerbang untuk kita memperoleh amal jariyah, atas amanah anak-anak yang sholeh dan sholeha. Mendidik generasi tentu dimulai dari memilih pasangan satu frekuensi dengan kita agar terarah jalan yang hendak dituju, yaitu jalan yang allah ridoi.

Perkara jodoh adalah ketetapan Allah yang di dalamnya terdapat ikhtiar. Sudahlah! jangan lukai hati yang menunggu itu dengan pertanyaan yang menyakitkan sudut hatinya, yang membuat jiwanya goncang dengan banyak persepsi tentang dirinya, jangan bully dia! Kita tak pernah tau sudah usaha apa yang ia lakukan.

Karena, Dia yang masih sendiri karena Allah tak akan mudah  galau, sedih, merana, merasa tak laku bahkan tidak akan menjadikan pacaran sebagai solusi. Ia akan terus menjadi lebih baik agar Allah pantaskan ia untuk sesorang yang Allah pilihkan untuk sempurnakan ibadah dengan cara yang halal. Tak ada jodoh yang datang terlambat karena semua sudah Allah tentukan yang bisa kita lakukan adalah serahkan semua pada Allah, berusaha, dan serahkan kembali pada Allah.

rumahmediagrup/firafaradillah

3 comments

Comments are closed.