JUDUL : Ada apa dengan Sakit

Oleh : Allys Setia Mulyati

Agak aneh mungkin, judul yang akan saya ketengah kan, untuk sekedar memberi referensi tentang sakit ini. Karena kebanyakan , mereka yang mengalami sakit, ujung-ujungnya makanan lah yang disalahkan, angin atau udara kurang bersahabat lah yang disalahkan, orang lain lah yang disalahkan, padahal mungkin saja, pola pikiran kita yang masih kurang memahami makna sakit itu sendiri bagi kita.

Qadarullah segala sesuatu kita kembalikan hanya kepada Allah SWT. Karena sakit juga merupakan salah satu bentuk pemberian Allah SWT yang harus disyukuri.

Dengan sakit, bisa saja kita diberikan peringatan atau teguran oleh Allah SWT atas banyaknya kelalaian yang telah kita lalui, di dalam kehidupan.

Kemungkinan yang lain, bisa saja dengan sakit, Allah SWT akan mengampuni segala dosa seorang hamba, dengan kesabaran menghadapi keadaan sakit yang ditimpakan.

Maka dari pada itu, sakit janganlah terlalu dijadikan sesuatu hal yang menakutkan, tetapi justru akan lebih mengingatkan kita akan kematian, lalu akan semakin dekat kepada Allah SWT dengan selalu mengingatnya dengan dzikir atau shalat.

Selalu berpasrah dengan segala ketetapan Allah SWT didalam hidup kita, justru akan memberikan obat paling mujarab. Menerima dengan tabah apapun itu, semoga Allah SWT akan selalu memberikan banyak pertolongan yang tidak diduga.

Karena sejatinya sakit, akan memberikan banyak peluang kebaikan, baik bagi yang mengalami sakit dengan penuh rasa sabar, juga bagi orang-orang disekelilingnya yang ikut memberikan do’a kesembuhan.

Kriteria orang yang sakit, akan sangat beragam. Ada yang sabar menerima dan berusaha mencari kesembuhan dengan berobat; ada yang seolah-olah dengan sakitnya merasa kalau dirinya tidak berguna untuk keluarga; bahkan sampai ada yang (na’udzubillah) membunuh dirinya sendiri; merasa dosa yang banyak sehingga Allah SWT menimpakan sakit; bahkan ada yang menyadari kalau sakitnya dikirim orang lain, dan ini paling berbahaya. Sudah ditimpa sakit, malah berprasangka tidak baik terhadap orang lain.

Dengan sakit, semoga Allah memberikan banyak manfaat yang baik. Kitalah yang harus menyadari segala sebab akibat yang akan terjadi, apabila melakukan sesuatu yang kurang baik.

Kenapa harus ada sakit? Pertanyaan unik yang bisa kita gali jawabannya. Bisa dilihat dari sisi baik dan buruknya loh.

Sisi baiknya, Tuhan sedang memberikan sesuatu kepada diri kita :
(1). Sapaan sayang yang teramat dalam, sehingga kita diberi peringatan meski secuil menurut pandangan kita,
(2). Waktu yang bisa dipakai untuk sementara absen dari aktivitas pekerjaan yang sangat menguras beban hati dan pikiran. Istirahat sejenak yup,
(3). Lebih memperhatikan kesehatan untuk bisa dipakai ibadah agar hidup lebih bermakna, karena dengan niat ibadah hidup akan semakin sehat,
(4). Mengurangi dosa-dosa kita, apabila si sakit menjalaninya dengan penuh pengharapan do’a ampunan dari yang maha Esa, sekaligus full off ikhlas dan kesabaran.

Nah, untuk sisi buruknya, kita harus selalu waspada akan banyaknya ilusi-ilusi, yang disebabkan oleh infus pikiran dari orang lain. Sehingga seolah-olah kita mengalami hal sakit yang sama dengan orang lain. Inilah yang dikenal dengan sebutan keren “tuturut mending” yang istilah ilmiahnya yaitu SUGESTI.

Sugesti ini amat sangat berbahaya, dan harus segera dihilangkan, apalagi jangan diceritakan kepada orang-orang yang suka perbuatan latah. Karena bisa jadi, segala sesuatu hanya ikut-ikutan saja.

Masih banyak tentunya referensi yang bisa kita dapat dari sumber informasi yang sudah banyak diluar sana. Tinggal kita mengulas apa yang sebaiknya kita lakukan disaat kita diberi hadiah sakit.

Bersyukur masih di beri sakit, kita akan semakin mengingat-NYA. Tadabburi segala keadaan sakit yang menghampiri, semoga kita senantiasa diberi kesehatan sebagai bekal untuk kebaikan.

Gambar

: dokumen pribadi

One comment

Comments are closed.