Kado dan Do’a Terindah Untukmu

Kenapa aku jadi senewen begini ya? Tiba-tiba marah, tiba-tiba manja, tiba-tiba ketawa sendiri, wealaaah.. Ndak lah! Ini hanya sekedar efek dari PMS mungkin xixixi..

Tapi serius loh ini, kok bisa aku tiba-tiba juga suka sama warna merah. Wow! Perubahan yang tiba-tiba drastis dan membuat ego biasa ingin menanjak luar biasa.

Meskipun semua pencapaian memang sudah ada ditatapan Tuhan, namun semangat membara untuk menyalak merah seakan mulai berani aku sampaikan.

Kenapa tidak, bukankah setiap kita memiliki hak untuk selalu merasakan bahagia? So, keep moving to be happy. Deuuuh, ngocol.

Ketika pada mulanya aku merasa enggan dengan merasakan dekat warna merah. Kini aku beranikan diri untuk memeluknya.

Dan ternyata tidak membuat jengah hati. Justru semangat membara yang kini tiba-tiba hadir membalut luka dan memberikan kado do’a terindah untukku dan-nya.

Siapa tahu Tuhan memberikan cinta lebih banyak dengan selalu menebar semangat baik dengan lekat hidayah yang mampu menusuk dan melipir di pinggiran hati.

Kebaikan yang besar ataupun kecil seakan memberikan sejengkal langkah kakiku untuk tetap menghambur-hamburkan do’a.

Betapapun kita ingin meraih mimpi besar itu, namun semua tetap atas persetujuan Tuhan. Aku hanya pasrah rida mengharap.

Untuk seseorang yang akan mengenyam saat-saat bahagia baru, aku cuma bisa membagi do’a terindahku, semoga bahagia di awal dan akhir akan selalu terngiangkan di setiap lompatan sepatu ballerina cantikmu.

Merah tak selalu berarti marah, namun luapan emosi indah yang akan memberi semangat membara itu semakin menusuk diantara senyum indah saat cinta-Nya nanti tiba.

Foto : dokumentasi pribadi.