KADO TERINDAH DIBUNGKUS UJIAN

Kado Terindah Dibungkus Ujian

Pasca banjir di beberapa wilayah khususnya di daerah Bekasi, banyak meninggalkan pelajaran hidup syarat makna. Tatanan bermasyarakat rekat menjadi sebuah keluarga. Dalam satu naungan nasib, terdampak oleh bahaya banjir.

Tak terhitung jumlah yang harus digantikan. Tak ingat lagi jerih payahnya yang telah dilakukan, mengumpulkan beberapa tahun, terhempas, hilang dalam kejapan mata. Begitulah cara Tuhan memperlihatkan kebesaran-Nya.

Air bah yang datang tak diduga dan tak terencana. Saat liburan sedang memberikan euforianya. Saat kelenaan sedang duduk di singgasananya. Menangis, berpasrah mengikuti kehendaknya.

Dalam ujian ada pelajaran hidup. Dalam ujian ada kasih sayang. Dalam ujian ada kesetiaan dan ada rasa saling memiliki.

Serentak bergerak. Masing- masing hati tergerak untuk membantu. Hitungan satu dua hari saling memikirkan satu sama lain. Bergotong royong bahu membahu, menyisir setiap sudut. Adakah yang masih tertinggal dalam kepanikan, adakah yang masih menahan rasa lapar dan dingin. Dalam ujian ada hati- hati yang masih memiliki kasih sayang.

Pasca banjir mengunjungi, setiap sudut menjadi bersih. Entah kapan terakhir sudut-sudut dibersihkan dari onggokan tak bernilai. Pengepul barang bekas peroleh tambahan rizki. Setiap barang yang masih dimiliki jadi di syukuri.

Kado terindah Dibungkus ujian. Ujian itu yang merekatkan, yang menyadarkan arti sebuah rasa syukur dan yang mengingatkan akan penjagaan pada alam.

Alam hanya berlaku sesuai fungsi dan kehendak-Nya. Tinggal bagaimana kita bijaksana dalam memperlakukannya. Alam memberi sesuai yang kita lakukan.

Hanya orang- orang yang mau berpikir yang mampu memetik pelajaran darinya.