Kalahkan Corona, Mak!

Pagi itu aku mendengar percakapan antara dua orang ibu di pasar.

“Ada lagi yang masih di cari bu?” Tanya ibu A kepada temannya.

“Iya ni” Ibu B yang ditanya tampak membaca catatan pada secarik kertas.

“Apalagi bu? Tu belanjaan udah penuh” Ujar Ibu B dengan nada menggoda.

“Ini loh, anak ada tugas online dari gurunya, mau praktek katanya. Musim corona gini kan ngga boleh bolak balik keluar rumah, jadi biar sekalian dibeli.” Ibu B tersenyum sambil memasukkan secarik kertas tadi ke saku bajunya sambil bersiap mengendarai motornya.

” Musim corona gini, kita emak-emak banyak job. Jadi koki juga, jadi guru juga, beberes rumah…jam kerja kita nambah. Kerjaan ngga selesai-selesai.” Timpal ibu A tertawa.

“Hidup emak-emak! Semoga kita sehat-sehat aja ya bu.” Ibu B pun melambaikan tangannya sambil tertawa.

Aku yang ikut mendengarnya pun tersenyum. Hmm…kalau dipikir-pikir, di jaman virus corina meraja lela, emak termasuk garda terdepan seperti para tenaga medis.

Bagaimana tidak, emak keluar rumah untuk berbelanja, mencari kebutuhan keluarga, menyediakan makanan di rumah, dan banyak lagi kerjaan rumah yang ia lakukan.

Keluar rumah, dalam kondisi seperti sekarang ini, disaat kita tidak tahu siapa yang menjadi carrier diantara kita. Tentunya butuh daya tahan tubuh yang tinggi untuk melawannya.

Emak dengan kelelahannya bekerja di rumah tetap tersenyum melakukan tugasnya. Keluar rumah, mencari kelengkapan untuk memasak hari itu, seperti tak dirasa.

Anak-anak di rumah menunggu cemilan apa yang akan dibuat ibunya? Setiap hari ibunya berusaha mencoba berbagai resep untuk memanjakan lidah anaknya.

Belum lagi saat pembelajaran jarak jauh dimulai oleh guru. Emak pun bersiap berubah menjadi seorang guru bagi anaknya. Terkadang dilakukannya sambil menyiangi sayuran yang akan dimasaknya.

Tangan emak-emak tuh kayak gurita, banyak yang dicapainya. Ibaratnya sebuah laptop, emak itu bisa multi tasking. Hebat kan!

Emak ngga boleh sakit. Kalau emak sakit, berantakanlah semua tugas di rumah. Tidak ada yang bisa secanggih emak. Semua dilayani emak.

Jarang ada ada suami yang dapat menggantikan tugas istrinya. Hanya mereka yang terbiasa membantu ibunya yang terbiasa dengan pekerjaan rumah. Sungguh berbahagialah yang mendapatkan suami seperti itu. Ehmmm….

Kalau suami sakit, dia dapat beristirahat total. Istri siap melayaninya dengan sepenuh hati. Begitu pula dengan anak-anak bila ia sakit, emaklah tempat ternyaman baginya.

Tetapi kalau emak sakit, dalam merasakan kesakitannya ia tetap memikirkan suami dan anak-anaknya. Sudah makankah? Baju kotornya sudah dicucikah? Rumah sudah disapu dan dipel kah? Pikirannya tak pernah berisitrahat.

Dalam suasana seperti saat ini yang setiap waktu virus corona mengintai kita dan dapat sewaktu-waktu masuk ke tubuh kita, emak harus tampil prima. Sehat ya Mak! Jangan kalah dengan virus ya Mak.! Ayo emak-emak, kita semangat melindungi keluarga kita dari virus corona! Tapi jangan lupa ya Mak, tubuh kita ada haknya…maka emak pun butuh istirahat.