Kalimat Percakapan Dalam Fiksi

Kalimat Percakapan Dalam Fiksi

Di sebuah cerita dalam tulisan fiksi sudah lazim dengan yang namanya percakapan. Percakapan menjadi suatu bumbu utama dalam setiap cerita agar terkesan lebih hidup dan tidak monoton.

Bagaimana aturan dalam percakapan? Membuat percakapan sangat mudah sekali.

-Percakapan dimulai dengan tanda petik awal (“…) dan diakhiri tanda petik akhir (…”).

-Huruf awal di kata pertama percakapan adalah huruf kapital.

-Dalam sebuah percakapan sebelum tanda petik akhir (…”) selalu ada tanda baca; titik, koma, seru, tanya, titik-titik.

-Bila dalam percapakan ada kata atau kalimat yang memakai tanda petik, maka harus memakai tanda petik satu (‘…’)

-Percakapan antara tokoh satu dengan lainnya dipisahkan dengan enter atau paragraf baru.

Tanda petik di dalam dan di luar percakapan.

“Mau ke mana kamu?” (di dalam percakapan)

Dia adalah “pahlawan kesiangan”. (di luar percakapan)

Kesalahan yang sering terjadi:

-Percapakan tidak ditandai dengan tanda petik dua. Hal ini yang sering membuat editor malas untuk mengedit.

Contoh:

Mau ke mana kau? Aku mau pergi dari sini. Oh ya sudah, hati-hati, ya!

-Percakapan antara tokoh disatukan dalam satu paragraf.

Contoh:

“Mau ke mana kau?” “Aku mau pergi dari sini.” “Oh ya sudah, hati-hati, ya!”

Terima kasih, semoga bermanfaat

Terbitkan naskahmu di Penerbit Rumedia dengan paket Penerbitan

rumahmediagrup/alfafa

4 comments

Comments are closed.