Karena Dia Perempuan

Karena Dia Perempuan

Dia anak perempuanku satu-satunya hari ini berkurang jatah usianya, genap berumur 21 tahun. Sebuah ukuran usia yang sudah layak dikatakan dewasa walaupun belum kadang masih menampakkan sisi ke kanak-kanakan dalam berinteraksi dengan saudara laki-lakinya yang berjumlah 3 orang. Saling meledek, bercanda berlebihan yang akhirnya salah satu pasti kena imbas tersinggung atau bertengkar. Ramai dan seru memang dengan berkumpulnya mereka, masih disebabkan pandemik.

Satu hal penting yang tak ingin kulupakan ketika SMA putriku pernah memprotesku. Katanya perlakuan ibunya terlalu menuntut sama dengan kakak dan adiknya yang laki-laki, hanya karena aku sering menanyakan bagaimana sekolahnya, bagaimana kemungkinan betah tidaknya, mau melanjutakan kuliah dimana, dlsb.

“Ibu jangan samakan aku dengan anak laki-laki ibu, kemampuan berpikirku pun berbeda, jangan memuntut aku harus masuk jurusan IPA.”

Dari isi protesnya itu aku harus berhati-hati mengolah ucapan dan kata-kata jika mau menanyakan kabarnya selama sekolah dan di Pondok pesantren dekat rumah budenya. Putriku ingin hanya menjadi seorang perempuan biasa yang tidak harus memacu belajar karena dituntut oleh siapapun termasuk aku ibunya. Maafkan ibu nak, hal yang tak akan ibu ulangi seperti mendikte kamu harus begini, harus begitu.

Terus terang dari pengalaman menyekolahkan anak pertama yang tinggal terpisah dengan pertimbangan pendidikan agamanya bisa lebih intens dengan masuk pondok pesantren, membuatku sering was-was memikirkan keadaan putriku.

Alhamdulillah dengan kepercayaan yang kuberikan ternyata purtriku jauh lebih berfikir tentang studi ke depannya, dia rajin belajar dan rajin mengikuti bimbel di sela-sela waktu hari luang di pesantrennya. Sampai akhirnya terwujud lolos masuk kuliah melalui jalur undangan mengikuti jejak kakak laki-lakinya.

Tulisan ini menambahkan tentang anak perempuanku yang kuikutkan di challenge RNB batch 3 (2 bagian) hari Jum’at lalu dan hari ini, bisa dibaca di link Fb : 1). https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3932550450093611&id=100000160831446

dan 2). https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3945204442161545&id=100000160831446

Hadiah anugrah terindah dari Allah buat seorang ibu adalah anak-anak yang shalih dan shalihah. Ingin kujaga shalih dan shalihah anak-anakku selalu, sampai raga ini tak mampu lagi menyentuh dan pengucapan ini tak lagi jelas oleh mereka sebab aku semakin menua. Kutitipkan mereka selalu dalam do’a – do’aku kepada-Nya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

gambar : Pixabay

rumahmediagrup/isnasukainr