Keajaiban Menulis Bagian I

Menulis ternyata memiliki banyak keajaiban dan manfaat. Keunikan menulis akan dirasakan ketika kita menikmati kegiatan itu ( mungkin saya dan Anda termasuk orang yang sangat menikmati kegiatan menulis).

Keajaiban pertama, dari kegiatan menulis bisa tercermin lewat kepuasan batin bahkan memberikan pengaruh bagi pola hidup si penulis.  Secara aktivitas, menulis memang membutuhkan waktu yang kadang-kadang tidak sedikit. Bisa berjam-jam, berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Apalagi jika tulisan yang dibuat bersifat riset ilmiah atau sebuah discovery, waktu yang dibutuhkan bisa bertahun-tahun.

Namun, proses itu akan terasa begitu berharga ketika hasil itu diapresiasi dan memberi banyak manfaat. Sebuah kepuasan yang tidak terbeli dengan nilai material. Kepuasan batin ini akan memberikan pengaruh positif terhadap kondisi mental si penulis. Misalnya, bisa memotivasi kreativitas dan rasa percaya dirinya untuk menghasilkan tulisan yang lebih baik.

Keajaiban kedua, dari  menulis ialah bisa membuat cerdas. Mengapa? karena menulis itu memerlukan ide, masalah dan tujuan. Orang bisa menjadi rajin membaca dan rajin mencari pengetahuan untuk mendapatkan inspirasi bagi tulisannya; rajin mengasah imajinasi untuk menemukan ide-ide dan mengembangkan cerita pada tulisannya. Sebisa mungkin untuk menggali pengalaman individual dan sosial untuk menemukan masalah serta data-data pendukung tulisan; memiliki semangat, kemauan dan strategi untuk menuangkan ide, merumuskan dan mencapai tujuan dari tulisannya; serta menjadi giat kerja untuk menghasilkan karya yang luar biasa.

Berkaitan dengan ini, ada sejumlah orang yang harus menulis terlebih dahulu agar ia bisa tertidur. Ini menunjukkan adanya koneksi antara kepuasan hati dengan ketenangan pikiran dengan mengekspresikan dorongan hasrat dan imajinya.

Keajaiban di atas bersimultan dengan manfaat menulis. Menulis dapat menjadi tempat menyalurkan perasaan dan pendapat yang jika disimpan bisa berdampak negatif bagi tubuh dan pikiran secara fisik dan mental. Sebagaimana diungkapkan James Pennebaker, Ph.D, dan Janet Seager, Ph.D, dalam jurnal Clinical Psychology bahwa orang yang memiliki kebiasaan menulis umumnya memiliki kondisi mental lebih sehat dari mereka yang tidak punya kebiasaan tersebut. Pikiran yang sehat tentunya akan memberi kekuatan positif pada tubuh kita.

Dengan memahami ini, maka menulis bisa menjadi kekuatan dan sebuah tulisan bisa menjadi kekuatan bagi penulis bahkan pembacanya. Cobalah baca Chicken Soup dengan berbagai serinya. Kisah-kisah nyata yang begitu inspiratif dan mampu membuka cakrawala hati pembacanya.

rumahmedia/deejaysupriyanto