Kecewa karena Tidak Menerima Ucapan Terima Kasih

Sumber foto: ponpesalabror.blogspot.com

Kecewa karena Tidak Menerima Ucapan Terima Kasih

Kita sebagai orang tua kerap mengatakan pada anak-anak untuk mengucapkan kata ‘terima kasih’ saat seseorang memberi sesuatu.

“Ayo, bilang terima kasih dong.” Begitu kira-kira reaksi kita bila sang anak diam saja saat pemberian sudah di tangan.

Namun suatu saat sang anak protes, karena saat dia memberi sesuatu kepada orang lain, tidak ada ucapan terima kasih dari bibir si penerima. Dia menjadi kesal dan jengkel dengan aturan orang tuanya.

Anak kecil tentu belum bisa menalar dengan baik mengapa hal itu terjadi. Dia hanya ingin orang lain berlaku serupa dengan yang biasa dia lakukan dan pasti ditegur bila diam saja.

Akhlak yang baik memang harus dimulai sejak dini. Secara perlahan dan terus menerus, orang tua melakukan bimbingan untuk anak ke arah kebaikan, maka lama kelamaan akan menjadi kebiasaan tanpa disuruh lagi.

Bila kejadian tersebut dialami orang dewasa, bagaimana menyikapinya.

Saat memberi sesuatu kepada orang lain ditanggapi dengan sikap acuh tak acuh, maka jangan harap mendengar ucapan terima kasih dari bibirnya.

Sikap kita pun hendaknya tidak berubah terhadap orang tersebut, walaupun telah diabaikan atau dilecehkan. Berkaca pada diri sendiri yang masih berani membangkang dan mengingkari Kuasa-Nya, apalagi kita kepada sesama manusia.

Berbuat baiklah karena Allah semata, maka hati ini akan tenang tanpa rasa kebencian. Bukankah tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah?

“Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keredhaan Allah. Kami tidak mengharapkan balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. (QS. Al Insan: 9)

Tidak perlu kita mengingat kembali kebaikan yang baru atau telah dilakukan. Namun ingat akan dosa yang telah diperbuat lalu bertaubat, akan lebih baik bagi pribadi yang ingin berubah menjadi hamba Allah yang tawakal.

Bila kita memberi wadah berisi, jangan berharap wadah itu akan kembali dalam keadaan terisi pula.

Wallahu  a’lam bishawab

rumahmediagrup/hadiyatitriono