Masker Cinta dari SMK Kita

Panas terik yang cukup bisa membakar kulit wajah di siang itu, memberikan kisah hebat sekolah SMK kita.

Seperti para garda terdepan petugas yang selalu rajin piket di sekolah kita kali ini, mereka ikut serta membantu pihak Kepala Sekolah, Guru dan Kesiswaan, untuk melakukan sebuah tugas mulia di hari itu. Cukup diberi acungan jempol.

Seperti yang sudah kita tahu, bahwa salah satu langkah atau cara menjaga diri dari virus viral ini, adalah dengan pemakaian masker dengan bijak dan mengindahkannya.

Bahkan saat ini pemerintah kota dan kabupaten pun, menerapkan aturan PSBB.

Dimana pemakaian masker menjadi sangat wajib untuk digunakan setiap warga masyarakat, yang masih dengan penuh keterpaksaan untuk pergi keluar rumah.

Apapun tujuan mereka, diutamakan yang benar-benar darurat yang memang harus keluar rumah, apabila sangat-sangat penting.

Nah, karena kebijakan aturan itulah, pada akhirnya SMKN 1 Tasikmalaya ikut berperan serta.

Untuk berbagi masked kain, sebagai tanda cinta bagi sesama warga yang melintas di depan jalan yang melewati sekolah, dan belum menggunakan masker seperti yang diharuskan pemerintah saat ini.

Entah mungkin karena keterbatasan ekonomi, atau belum adanya kesadaran diri untuk patuh dan taat pada aturan berlaku, warga memang masih ada yang belum memakainya.

Setiap pengendara yang melintas, terutama motor atau bahkan sopir angkot yang kelihatan belum menggunakan masker, segera diberi secara cuma-cuma.

Tentu ini adalah sebuah kegiatan sosial sekolah yang bermanfaat sekali, untuk bisa berbagi masker cinta dari SMK kita.

Disaat pandemi yang sangat membuat takut semua warga masyarakat, tentu memberi kesenangan dan bahagia tersendiri bagi mereka yang mendapatkannya.

Diharapkan wabah virus segera berakhir, agar kelangsungan hidup kitapun semakin bisa tenang dan aman, melakukan segala aktifitas baik lainnya. Demi atas nama keberlangsungan hidup manusia di muka bumi. Wallohu’alam.

Foto : dokumentasi SMN1 Tasikmalaya (Heri Darliana)

Rumah Media Kita / Allys Setia Mulyati