Keistimewaan Salat Subuh dan Salat Asar (1)

Keistimewaan Salat Subuh dan Salat Asar

Pernah meninggalkan dua waktu salat yaitu Subuh dan Asar? Atau justru tak pernah sekalipun meninggalkannya alias selalu tepat waktu saat mengerjakannya?

Bila iya, maka berbahagialah, semoga Allah SWT senantiasa merahmati setiap detik kehidupan kita. Bila belum, sebaiknya segeralah berhijrah.

Disebut sebagai salah satu waktu salat yang istimewa karena sebagaimana yang kita tahu, pelaksanaan salat Subuh dilakukan saat hari berudara masih cukup dingin, terutama saat musim hujan. Banyak orang begitu sulit untuk bangun pada dan memilih untuk kembali tidur hingga matahari hampir muncul di ufuk Timur. Waktu fajar memang digambarkan merupakan waktu yang sulit bagi jiwa manusia.

Sumber gambar : Quotes Creator

Rasulullah SAW bersabda, β€œSalat paling berat pelaksanaannya bagi orang-orang munafik ialah salat Isya dan salat Subuh. Andai mereka tahu kebaikan pada keduanya, tentu mereka mengerjakannya kendati dengan merangkak.”(HR. Al Bukhari dan Muslim)

Allah SWT berfirman, β€œDan salat Subuh. Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan.”(QS. Al Isra, 17: 78)

Fajar merupakan simbol kemunculan semua kebaikan, kemenangan, lambang kehidupan, identitas masa muda, bukti gerak atau dinamisme, dalil kebenaran dan keadilan. Juga merupakan saat-saat kebeningan, dan momen pembagian rezeki. Sehingga orang-orang yang gemar melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid adalah orang-orang yang memiliki jiwa kuat iman, dan terjaga kesuciannya dari kemunafikan.

Dari segi kesehatan menurut Dr. Abdul Hamid Dayyab, para pejuang Subuh berkesempatan menghirup gas O3 yang berlimpah dan akan perlahan habis saat matahari terbit. Gas ini memiliki pengaruh positif pada urat syaraf, mengaktifkan kerja otak dan tulang. Kita akan merasakan kesegaran dan kenikmatan tiada taranya.

Rasulullah SAW sendiri pernah menyebutkan bahwa siapa saja konsisten mengerjakan salat Subuh dan Asar maka ia akan masuk surga dan dijauhkan dari neraka.

Wallahu alam bishowab.

***

Sumber : Hamid Al Bilali, Abdul, Taujih Ruhiyah(Pesan-pesan Spiritual Penjernih Hati Jilid 1), Jakarta: An Nadwah, 1424 H/ 2003 M.

rumahmediagrup/rheailhamnurjanah