KEKUATAN AKSARA

Kekuatan Aksara

Saya penikmat semua genre buku dengan sudut pandang yang jelas dan frekuensi yang sama, yaitu Islam. Informasi yang disuguhkan buku akan menjadi nutrisi otak bagi pembacanya. Saat ini nutrisi itu tak hanya didapat dari helaian kertas, perkembangan zaman membuatnya semakin mudah.

Smartphone, senantiasa berada dalam genggaman tangan merupakan potensi besar. Bukan hanya kita yang mencari informasi tapi setiap hari banyak informasi yang berdatangan memenuhi genggaman itu dengan mudah. Media merupakan alat untuk membuat aksara terbang bebas melintasi ruang dan waktu menjelajahi berbagai benua, menyatukan jiwa-jiwa yang tak pernah bersua. Namun banyaknya kreasi aksara dari berbagai standar hingga begitu tipis perbedaan antara hoax dan fakta.

Dunia hari ini menawarkan kita banyak kemudahan. Berbagai media memudahkan seseorang menyebar sesuatu yang menghibur, lucu, unfaedah, bermanfaat bahkan yang buruk sekaligus.  Aksara dua mata pisau, denganya kita dapat mengumpulkan amal jariyah atau justru dosa jariyah. Semuanya tergantung untaian aksara seperti apa yang kita ciptakan. Kata-kata memiliki kekuatan sangat dasyat bahkan melebihi senjata. Satu opini terbentuk akan menyasar banyak pemikiran hanya dengan sekali tembakan.

Setiap orang pasti bisa menulis. Hanya saja terkadang motivasi yang tidak jelas membuat kita enggan menulis karena menulis menuntut kita untuk konsisten. Menulis tidak memiliki garis finish, akhir baginya adalah akhir bagi penulisnya. Agar tulisan semakin renyah dan enak dibaca, kita juga dituntut untuk terus belajar.

Di antara  buku yang tersusun rapi, ada satu yang sangat istimewa buat saya. Bukan ingin promosi tapi memberikan contoh bahwa aksara begitu berpengaruh. “The Inevitable Caliphate?” yang ditulis oleh Reza Pankhurst. Buku ini memiliki ketendensiusan yang kuat, analisis yang tajam. Khilafah itu terlalu kuat untuk ditolak. Bukan telaah yang main-main karena dikemas dengan banyak sumber sebagai kajian dari berbagai historis-deskriptif.

Buku yang cukup menggugah emosi, menantang pengetahuan sejarah pembaca. Bagi penikmat sejarah ini adalah suguhan yang mencerahkan. Buku yang menggambarkan bagaimana usaha dan perjuangan untuk kembali menegakan Islam hingga saat setelah keruntuhnya. Hanya orang-orang sabar yang akan mendapatkan kemenangan itu dan penyemangat bagi para pejuangnya. Dari buku ini saya belajar betapa besar pengaruh aksara membentuk pemahaman seseorang. Menulislah! Tugas kita sebagai muslim adalah menyampaikan kebenaran pada khalayak berdasarkan sumber yang benar.

Dari pemahaman yang dimiliki penulis kekuatan aksara itu terbentuk.

rumahmediagrup/firafaradillah