Keliling Negeri Dengan Menulis Diary

Buku harian atau yang lebih kita kenal sebagai buku diary adalah catatan pribadi di mana kita bisa menuliskan apa pun di sana. Di dalam buku harian semuanya bisa tertuangkan, perasaan apa pun yang sedang kita rasakan, peristiwa-peristiwa penting dihidup kita,  juga mimpi dan harapan, bebas kita tuliskan di sana. Anda pernah mencurahkan isi hatinya di buku harian? Jika pernah maka Anda patut berbahagia, karena itu berarti ada suatu kenangan berharga yang terabadikan di dalamnya.

Selain mencurahkan isi hati, menulis buku harian juga merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan minat membaca dan mengasah kemampuan menulis. Di zaman yang serba globalisasi ini, media sosial sudah banyak digunakan di mana-mana yang banyak digunakan sebagai “lapak” curhat. Namun, ada beberapa alasan mengapa kita harus tetap mempertahankan kertas dan pena kita. Dalam proses menulis buku harian otak dan hati bekerja sama beriringan dengan  pena yang kita genggam di atas kertas yang masih putih, isi hati kita tertuangkan tanpa paksaan, kejujuran tertulis di sana tanpa keraguan. Kemampuan menulis kita akan terlihat sangat jelas perkembangannya dari lembar lama ke lembar baru. Ini merupakan langkah sederhana untuk meningkatkan minat membaca para generasi muda, karena dengan kegiatan rutin kita menulis di buku harian tentu saja kita akan membacanya, dengan kita suka menulis otomatis kita akan suka membaca.

Banyak tokoh dunia yang terkenal karena ia suka menulis buku harian. Misalnya saja ada Annelies Marie yang lebih terkenal dengan nama Anne Frank gadis asli Jerman keturunan Yahudi ini terkenal lewat tulisan di buku hariannya yang berjudul “The Diary of Young Girl.” Ia banyak menuliskan kecemasannya, ia bingung ingin bicara pada siapa saat itulah dia memulai untuk menuliskannya di buku harian yang ia panggil dengan sebutan kitty.

Ia tidak memikirkan tulisannya di masa mendatang akan berguna atau tidak ia hanya menjadikan buku harian sebagai tempatnya berbagi, pada masa itu Hitler sedang gencar-gencarnya memberantas kaum Yahudi, Anne juga menuliskan kenyamanannya saat ia menulis buku harian. Tulisan-tulisannya sudah di terjemahkan ke berbagai bahasa karena sangat mengispirasi dan menceritakan kehidupan realistis pada masa itu. Anne diberi gelar sebagai “The Most Memorable Figure To Emerge From World War II.”

Dari dalam negeri ada Mochtar Lubis kelahiran Padang, Sumatera Barat. Salah satu bukunya yang terkenal adalah buku “Catatan Subversif”, berisi tentang pengalamannya saat ia dipenjara pada masa orde lama. Kemudian, beliau mengeluarkan buku keduanya yang berjudul. “Nirbaya: Catatan Harian Mochtar Lubis dalam penjara Orde Baru.” Mochtar Lubis adalah pemimpin Harian Indonesia Raya yang sering kali pemikirannya berseberangan dengan pemerintah, karena itulah ia ditahan karena tulisan-tulisannya yang dianggap mengganggu kelancaran jalannya pemerintahan pada masa itu. Banyak pesan yang ia sampaikan di dalam bukunya itu. Lewat kedua bukunya beliau menuliskan secara jujur pandangan pribadinya pada sistem pemeritahan di Indonesia pada saat itu.

Buku harian merupakan suatu bentuk tulisan pribadi. Dalam buku harian, Anda dapat mengungkapkan pikiran dan perasaan kita secara jujur. Buku harian berguna untuk mencurahkan isi hati. Pemikiran kita tentang berbagai hal dapat Anda ungkapkan dalam buku harian. Berbagai perasaan; rasa senang, rasa sayang, rasa hormat, atau rasa kesal juga dapat Anda tuliskan dalam buku harian.

Buku harian yang ditulis pada usia remaja disebut buku harian masa remaja. Sebagian remaja menyebut buku harian dengan diary. Biasanya, buku harian masa remaja lebih banyak mengungkapkan petualangan menemukan sesuatu yang menggugah perasaan atau juga indahnya cinta remaja.

Buku harian bersifat rahasia sehingga apa yang kita tulis tidak akan diketahui oleh orang lain. Seseorang tidak boleh membaca buku harian orang lain tanpa seizin pemiliknya. Oleh karena itu, rahasia Anda akan terjaga aman. Tidak jarang Anda akan merasa lega setelah mencurahkan perasaan Anda dalam buku harian. Sebagai contoh, ketika Anda merasa jengkel kepada seseorang, Anda dapat mencurahkan kejengkelan tersebut dalam buku harian. Dengan mencurahkannya dalam buku harian, Anda akan merasa lega karena perasaan jengkel itu tersalurkan dan menjadi berkurang.

Buku harian juga dapat membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan menulis semua pengalaman, kejadian, pikiran, dan perasaan yang dialami, Anda dapat mengambil hikmah dari semua itu dan dapat menjadi pelajaran untuk waktu yang akan datang. Selain itu, Anda juga dapat mengetahui kekurangan atau kesalahan yang Anda perbuat sehingga Anda pun belajar untuk memperbaikinya. Menulis buku harian sangat menyenangkan karena Anda dapat menuliskan dengan gaya bahasa kita sendiri.

rumahmedia/deejay