Kemilau Mutiaraku

Bagian II

Aku melangkah masuk kamar Dini, berantakkan. Kukemasi satu demi satu barang- barang yang berserakkan kukembalikan pada tempat semula.

Kubuka almari baju berkaca untuk mengambil sprei sebagai pengganti yang baru. Saat kutarik, bruuukk… ada sebuah buku mungil agak sedikit tebal jatuh tepat disebelah mata kakiku. Dan aku memungutnya, buku diary Dini rupanya, kubuka dan kubaca dengan seksama lembar demi lembar yang telah tertuliskan.

Airmataku mengalir, rasa sesak didada mengartikan setiap kalimat yang ditorehkan dalam aksaranya, rupanya tanpa sepengetahuan kami Dini merasa sangat menderita, berawal dari rasa terpukul kehilangan kedua orangtua tercinta, dan datang dirumah ini dia memendam rasa iri kepadaku, karena aku masih memiliki kedua orang tuaku.

23April2016. Dear Diary,

Malam ini aku mencoba menghapus rasa kehilanganku atas kepergian ayah dan ibu, tapi mengapa aku belum mampu menerimanya, mengapa aku tidak ditakdirkan seperti kak Laras yang bisa hidup berbahagia dengan kedua orangtuanya? Aku gak mau berbagi kasih dengan kak Laras, meskipun dia baik tapi tetap saja aku gak suka dengannya. Semoga sebentar lagi ia betul- betul melanjutkan sekolahnya dipondok pesantren, agar keluar dari rumah ini, dan aku tidak ada lagi yang menyaingi, aku akan menjadi anak pak e dan buk e.
.
.

29Juli2016. Dear Diary,

Akhirnya kak Laras betul-betul akan pergi keluar dari rumah ini, mondok. asyiiiikkk… Semua barang barang miliknya seperti baju-baju dan kamarnya aku yang pakai, tapi… Baju kak Laras kan kuno semua, gaya emak-emak baju gamis dengan kerudung, ah…gak banget..
.
.

29Desember2016. Dear diary

Ach, Rico.. engkau telah membiusku dengan segala kesenangan, malam itu ditengah riuh pesta kelulusan sekolah aku mereguk semua kebahagiaan denganmu, untung aku gak sampai hamil, semoga pak e dan buk e gak akan pernah tau semua itu.
.
.

17Maret2017. Dear Diary

Sejak acara pesta valentine ulangtahun Mira aku lebih sering menginap berdua bersama Rico, dan aku hamil, tapi syukurlah bisa aku gugurkan kehamilanku.
.
.

11September2017. Dear Diary

Duh gimana ini? Aku sudah mulai terjerat narkoba, ketergantungan dengan barang haram ini, Dear diary, aku sudah putus dengan Rico tapi aku dapat penggantinya sekarang Reza, untuk keduakalinya aku harus aborsi, tapi kenapa aku bisa hamil lagi sekarang, haruskah aku aborsi untuk ketiga kalinya…?
.
.

3Januari2018. Dear Diary,

Hidupku serasa sudah tamat, dokter memvonisku positif HIV, inikah titik balikku? Sedangkan aku belum bisa melepaskan bayang-bayang narkoba yang menjeratku, dia adalah teman penyembuh sakitku walau sesaat, kini semua teman menjauhiku meninggalkan aku.
.
.

15maret2018. Dear Diary
Kini yang kurasakan kekebalan tubuhku mulai melemah, aku sangat tau apa yang sedang terjadi dan menjalar pada tubuhku, diam-diam aku selalu berobat, untung ada pengobatan gratis bagi penderita penyakit sepertiku. Maafkan Dini pak e, buk e dan mbak laras, aku menyesal. Tapi aku juga malu bila kalian semua tau akan keadaanku, ayah..ibu.. Aku merindukanmu, bawalah aku bersama dialammu.

.

.

05mei2018. Dear Diary

Aku sudah tak sanggup lagi menjalani hidup yang seperti ini, terkepung rasa kesakitan harapan hidupku sudah hancur, jadi untuk apa aku teruskan nafas ini, lebih baik aku mati….

Bersambung

LellyHapsari/RumahMedia