Kenangan Masa Kecil, Inner Child (IC) Itu Tidak Bisa Dihapus atau Dilupakan, Hanya Bisa Diterima dan Dimaafkan

Kenangan Masa Kecil, Inner Child (IC) Itu Tidak Bisa Dihapus atau Dilupakan, Hanya Bisa Diterima dan Dimaafkan

Oleh: Ribka ImaRi

Ketika ada ibu muda yang bercerita habis MENCUBIT anaknya, sebagai Mentor sekaligus pejuang depresi pengasuhan anak, aku tidak akan serta merta menasihati panjang lebar “Jangan begitu sama anak. Anak itu amanah dari Allah, tidak boleh tega mencubit anak. Dosa kita bu kalau sampai menyakiti anak. Bla bla bla.”

Tetapi digali dulu kenangan masa kecilnya, Inner Child-nya seperti apa. Pada kenyataannya, hampir semua ibu yang pernah sharing, tanpa sadar, tanpa bisa dibendung lagi, karena semua sudah telanjur terekam di otak bawah sadar. Justru membuat si ibu melalukan hal yang sama persis kepada anaknya, dengan apa yang telah dialaminya bersama kedua orangtuanya di masa kecilnya dulu.

Lalu aku berbagi cara PAUSING (jeda sesaat) dengan menarik napas dan membuang napas berkali-kali supaya bisa jeda dulu sesaat ketika terpicu. Jadi bisa tidak melampiaskan semua ledakan emosi yang sebenarnya adalah tumpukan emosi sedari masa kecil si ibu.

Kemudian belajar MENERIMA (ACCEPTANCE) kejadian. Dengan terus menerus sampai akhirnya benar-benar bisa menerimanya. Jadi meskipun ada pemicunya, si ibu muda bisa tetap cool menghadapi pekerjaan rumah tangga, anak, suami, orangtua, mertua, ipar, tetangga, dan lain-lain.

Dibutuhkan proses panjang belajar PAUSING, ACCEPTANCE, AFIRMASI POSITIF dan materi lainnya yang diperlukan sampai akhirnya bisa dalam kondisi emosi yang stabil dan terkendali.

Aku butuh waktu 2 tahun setelah kenal MINDFULNESS PARENTING di Agustus 2016, terus menerus belajar berproses mengendalikan emosi sampai benar-benar bisa tanpa cubitan/pukulan di akhir tahun 2018.

Mau belajar cara mengendalikan emosi?

Ikuti kelas MIC (Mengasuh Inner Child) Batch 4 di kulwap
Tanggal 15-22 Maret 2020
Investasi 100K
Info Mentor Ribka ImaRi wa.me/6285217300183