Ketika Perhatian Dunia Teralihkan (Sebuah Puisi)

Ketika Perhatian Dunia Teralihkan

Seorang gadis sedang duduk di taman
Langsing dan cantik rupawan
Wanginya pun kalahkan bunga
Ceriakan tiap mata memandang

Suatu hari sang gadis ditemukan jejaka
Gagah dan penuh keberanian
Lelaki yang akhirnya meminang
Dia takkan pergi tanpa membawa si perempuan

Selesai pesta usai pula perayaan
Perempuan yang tak gadis lagi diboyong sang pria
Bunga di taman merasa sedih kehilangan
Namun tak menangis karena senyuman di wajah perempuan

Perempuan tertegun menatap hunian barunya
Rumah sederhana untuk ditinggali berdua
Lelaki memang bukanlah sang pangeran dari kerajaan
Apapun itu sang perempuan terima dengan lapang dada

Berhari-hari alur hidup berganti
Bangun pagi, tidur pun ada yang menemani
Terkadang perempuan mengingat kebebasannya
Lekas dialihkan dengan perasaan cinta

Bulan berganti, tubuh tak langsing lagi
Ternyata lekas perempuan berbadan dua
Lelaki yang bukan pangeran bersuka cita
Dipersiapkanlah parade penyambutan keturunannya

Saat tiba kelahiran anak perempuan
Perempuan tak menyangka luar biasa rasanya
Dunia menyambut kedatangan sosok manusia
“Selamat datang, Bayi.”
Hingga terlupa menyapa ibunya

Perjalanan ke depan lebih dahsyat dari sebelumnya
Sang perempuan tertatih mengasuh si bayi
Tak sampai hati mengganggu lelakinya yang gigih bekerja
Kadang lupa untuk mengasuh diri sendiri

Dia utamakan bahagia sang anak
Abai perkembangan raga diri
Perempuan sudah tak lagi si langsing
Seiring itu wangi menghilang begitu pula meredup cahaya

Sang anak tumbuh menjadi duplikat sang gadis
Dunia sangat memperhatikan dan peduli
Ia mewarisi seluruh cahaya ibunya
Bahkan bunga di taman menyambut segenap jiwa

Perempuan tersenyum bangga sambil mengusap peluh
Semua pengalihan seakan tak penting baginya
Dari bibirnya mengucap bisikan
“Semua pengorbanan ini takkan sia-sia, Nak.”

Di kejauhan lelaki tersenyum memandang
Sungguh hari-harinya pun sama beratnya
Lelaki pun tlah hilang kebebasan
Fokus mencari nafkah demi anak dan istri makan
Digenggamnya tangan perempuan lalu berkata
“Kita hadapi perjuangan ini bersama.”

rumahmediagrup/emmyherlina