Ketika Semilir Angin Pagi Menyapa

 Ketika Semilir Angin Pagi Menyapa 


Sang mentari mengintip dari sela dedaunan kering
Sejenak ia bersembunyi
Sebelum jutaan pasang mata
Menanti kehadirannya terangi hari
 
Aku terbangun dari lelapnya tidur
Beralaskan empuknya tumpukan kardus bekas
Bak ranjang seorang putri raja
Berhias warna-warni bermacam corak
 
Membuka sebingkai jendela berukiran antik
Dari selapis kayu triplek sisa sebuah proyek
Memejam mata menghirup aroma fajar
Ah, betapa wanginya
 
Tak lama terdengar suara merdu bunda memanggil
Bergegasku siapkan busana terbaik
Hasil tabungannku selama berbulan-bulan
Sebuah gaun indah berwarna hijau
Dengan sehelai hijab putih kesayangan
Sudah lengkaplah aku
 
"Kamu cantik sekali hari ini, anakku"
 
Sebaris pujian kuterima saat bunda memandang bangga
Putri mungil berkulit putih berparas manis
Menebar aroma parfum sepotong sabun batangan
Harumnya rambut lurus hitam sedikit berombak
 
"Sudah siap ? Ayo kita berangkat, pagi sudah tiba"
ucapnya lembut
 
Kala melangkah tak sengaja berjumpa kawan tercinta
Dengan baju putih merah rapihnya
Bertukar salam saling menyapa ramah
Berjalan bersama tak luput senda gurau tercipta
 
Sebuah pagi yang menyenangkan
 
Tibalah di ujung jalan
Saling mengucap perpisahan
Jalan yang berbeda akan kami tempuh
Ikuti takdir yang tak bisa tertolak
 
Kami sama-sama berjuang demi masa depan
Namun dengan cara yang lain
Tak sanggupku bersama mereka
Pendidikan terpaksa kulewatkan
 
Demi sesuap nasi hari ini
 
Hanya satu harap tersisa
Semoga pengorbananku kelak tak sia-sia
 
Meski tak seindah mimpi
 
Tempat Pembuangan Akhir Sarimukti,
pertengahan September 2019
D3100 18-200 mm
Snapseed


#Nubar
#NulisBareng
#Level3
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week2day3
#RNB48



rumahmediagrup/masmuspoetrygraphy