Ketika Surut (3)

Ketika Surut (3)

Satu Minggu Lima Hari

Dampak banjir itu cukup luas, tidak hanya menimpa rumah sendiri tetapi lingkungan perumahan dan sekitarnya pun ikut merasakannya. Selain harus membersihkan rumah sendiri, jangan lupakan lingkungan.

Hal yang perlu jadi perhatian adalah sampah rumah tangga, sampah perabotan rusak juga lumpur di jalan dan di got. Setiap rumah membutuhkan air dalam jumlah banyak untuk pembersihan. Air dari rumah-rumah menggenang di jalanan. Jika got mampet, pastinya jalanan akan tambah becek. Belum lagi sampah yang menumpuk di sisi jalan, jika tidak segera ditangani akan mengganggu lalu lintas kendaraan. Selain itu semakin lama, sampah akan membusuk dan aroma tidak sedap semakin mengganggu.

Di lingkungan RT tempat saya tinggal selalu rukun dan bekerja sama menjaga lingkungan. Kami menyempatkan untuk kerja bakti membersihkan jalan lingkungan RT. Warga pun sepakat untuk urunan menyewa truk pengangkut sampah berikut jasa tenaga untuk mengangkat lumpur di got, lumpur itu dimasukkan ke dalam karung lalu diangkut bersama sampah-sampah perabotan rusak. Bayangkan jika menunggu fasilitas dari RW atau kelurahan. Sampah-sampah itu akan semakin membusuk.

Kerja Bakti Membersihkan Lingkungan RT

Saya belajar satu hal lagi dari banjir ini. Jangan bergantung dan berharap pada bantuan orang lain secara berlebihan. Lakukan semampu yang kita bisa lakukan sendiri.

Memang, pasti membutuhkan ekstra biaya dan tenaga. Jangankan berpikir untuk membeli perabotan baru. Membeli kebutuhan untuk bersih-bersih juga butuh biaya yang tidak sedikit. Jangan memaksakan diri jika pada kenyataannya kita tidak memiliki biaya ekstra. Gunakan yang ada dan masih bisa diselamatkan terlebih dahulu.

Kebutuhan dasar untuk tubuh juga penting diperhatikan. Bagaimana asupan untuk makan, minum, suplemen dan obat-obatan. Manfaatkan fasilitas dari posko bantuan jika ada. Jangan malu untuk menggunakan fasilitas itu, karena akan banyak membantu keadaan kita yang belum sempat untuk masak atau tidak ada biaya untuk membeli peralatan bersih-bersih.

Perumahan saya menyediakan beberapa posko bantuan. Mereka menyalurkan bantuan dari donatur berupa makanan siap saji, makanan instan, biskuit, air minum kemasan, beras. Beberapa kali kami juga mendapat bantuan alat kebersihan berikut sabun krim, detergen, karbol wangi, cairan pembersih lantai juga sabun cuci piring.

Perlengkapan dan makanan khusus bayi pun ada donaturnya. Handuk dan selimut pernah kami dapat. Bahkan baju layak pakai pun tersedia di posko. Namun, yang namanya bantuan dari donatur itu pasti terbatas. Jangan sedih dan kecil hati jika saat datang ke posko, ternyata bantuan itu sudah habis. Anggap saja belum rejeki kita. Jangan rebutan juga, utamakan orang lain yang lebih membutuhkan. Hindari sifat tamak dengan tidak mengindahkan kebutuhan orang lain. Ambil secukupnya saja!

Jangan lupa bersyukur dan mendoakan para donatur yang sudah ikhlas membantu kita. Semoga Sang Maha Pengasih membalas segala kebaikan mereka pada sesama.

rumahmediagrup/gitalaksmi