Keunggulan Kepemimpinan dalam Persoalan Ketenagakerjaan Migrasi

Keunggulan Kepemimpinan dalam Persoalan Ketenagakerjaan Migrasi

Gobalisasi menyebabkan pergeseran pengetahuan sehingga membentuk pekerjaan yang canggih dan kebutuhan manajemen ketenagakerjaan yang semakin kompleks. Namun, permintaan tenaga kerja migran semakin naik, dan tenaga kerja yang melakukan mobilitas semakin banyak pula. Pembelajaran baru atas perubahan kompleksitas lingkungan ketenagakerjaan ini dimaknai sebagai tanggungjawab pemimpin dalam pemerintahan ataupun pimpinan dalam sebuah perusahaan, bisnis besar sampai bisnis kecil.

Kepemimpinan adalah pusat pengaturan semua persoalan kinerja, dan atas pemahaman ini maka dibutuhkan pemimpin efektif yang memiliki jejak kerja positif. Kepemimpinan juga dapat diartikan sebagai proses dimana seseorang dapat mempengaruhi sekelompok orang/individu untuk mencapai tujuan bersama. Konsep kepemimpinan biasanya dilihat dari beberapa perspektif, yaitu di antaranya: pendekatan sifat, pendekatan keterampilan, pendekatan gaya, pendekatan situasional, dan bahkan pendekatan budaya. Pengembangan kepemimpinan mengintegrasikan pemikiran dan pengalaman, moral dan kesadaran tinggi. Karena itu, struktur integritas yang lebih besar dalam pemikiran dan kepribadian pimpinan sebagai kontribusi mereka terhadap penyelesaian persoalan.

Kepemimpinan sebagai sebuah keterampilan perilaku. Berfokus pada pemikiran, ucapan dan tindakan. Sedangkan jika dikaitkan dengan persoalan ketenagakerjaan migran, maka kepemimpinan akan muncul sebagai strategi penyelesaian masalah. Pimpinan diharuskan mampu merumuskan rencana strategis, menginspirasi tim menuju tujuan bersama, mempercayai tim, dan melibatkan banyak ahli. Penyelesaian masalah bukan diidentikan dengan kecepatan waktu, namun juga pada ketepatan solusi. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang sehat, fokus pada jangka panjang dan menguntungkan banyak pihak.

Hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku akan memberikan manfaat. Untuk itu, dibutuhkan kapasitas perencanaan rumusan strategis dengan cara melibatkan tindakan organisasional. Kepemimpinan yang lebih efektif dapat dilatih melalui pelatihan dan pengalaman perilaku yang sama. Kematangan psikologis pimpinan juga dibutuhkan agar penyelesaian persoalan migrasi ketenagakerjaan. Karena di dalam proses penyelesaian masalah dibutuhkan kemampuan bernegosiasi, kemampuan berdiskusi dan mengambil keputusan. Persoalan ini banyak ditemui di negara tujuan, dan melibatkan kebijakan negara lain. Dengan demikian,  keunggulan kepemimpinan yang best fit sangat dibutuhkan dalam penyelesaian persoalan ketenagakerjaan migran.

rumahmediagrup/ Anita Kristina