Keutamaan Memaafkan

Keutamaan Memaafkan

Al-Qur’an mengajarkan kita adab mulia untuk membalas setiap tingkah laku jelek dari orang lain dengan kebaikan. Siapa yang bisa melakukan hal ini, sungguh ia benar-benar memiliki sifat sabar. Sebagaimana Allah berfirman, yang artinya :
“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (QS. Fushilat: 34-35)

Rasulullah memberikan teladan untuk berusaha memaafkan orang yang berbuat buruk, memaafkan orang yang menyakiti kita, serta orang yang tidak berbuat baik kepada kita, maka kita berusaha untuk memaafkan mereka. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu ia berkata:
“Wahai Rasulullah, saya memiliki kerabat, saya sambung tapi mereka malah meutuskan, mereka berbuat buruk kepada saya tapi saya berusaha untuk berbuat baik kepada mereka. Mereka berbuat jahil kepada saya tapi saya sabar tidak ingin membalas dengan yang sama. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘jika yang kamu katakan itu benar, maka seakan-akan kamu menaburkan debu panas ke wajahnya dan senantiasa Allah akan menolong kamu selama kamu terus berbuat seperti itu’” (HR. Muslim)

Orang yang berakal hendaknya menguatkan jiwanya untuk senantiasa memaafkan manusia. Dan tidak membalas keburukan dengan keburukan lagi. Ini adalah merupakan sifat orang-orang yang berjiwa besar. Dengan mengharapkan keridaan Allah semata, berharap bahwa kalau dia memaafkan maka Allah akan memaafkan dia. Dan maaf Allah itu lebih baik daripada kekecewaan hati, lebih baik daripada ingin memuaskan kekesalan hati. Karena tidak ada cara untuk memadamkan perbuatan buruk orang lain kepada kita kecuali dengan cara kita berbuat ihsan kepadanya. Ketika ada orang berbuat tidak pada kita, kemudian kita berbuat baik kepada dia dengan mendoakan kebaikan baginya, maka itu menunjukkan sebuah kebesaran jiwa, kekuatan hati.

Memaafkan, memadamkan amarah dalam diri, mendatangkan kedamaian dalam hati kita.

rumahmediagrup/arsdiani