Kidung Pagi

Kidung Pagi

Gema tabuh bertalu
hentakkan sunyi di subuh hari
Disusul nyaring kumandang azan
mengetuk-ngetuk gendang telinga insani

Tapi mata tak jua terbuka
Juga raga bersikukuh dengan baringnya
Hanyalah tangan sibuk menggapai-gapai
Sekali tarik, selimut menutup sekujur badan

Kokok ayam jantan bersahutan
Pun tak mampu membukakan mata yang kuat terpejam
Tetap lelap, terbawa arus mimpi yang belum usai

Hingga akhirnya,
Saat riuh nyanyian pipit sambut sang surya
Saat hingar bingar mulai penuhi semesta
Menggeliatlah raga berjiwa
Terpana menatap angka di ujung runcing jarum penanda

#RMG_puisisinur
rumahmediagrup/sinur