KIFARAT

Kifarat

Diceritakan sseorang raja yang saleh dan mumpuni amal ibadahnya. Suatu hari sang raja jatuh sakit. Dipanggil ah seorang tabib kerajaan untuk memeriksa sang raja.

Setelah memeriksa sang raja raja, tabibpun menyampaikan hasil pemeriksaannya dan obat yang dianjurkan untuk sang raja, pada pengawal kerajaan.

“Aku mengenal baik sakitnya tuan rajaku, begitu pula dengan obatnya” ujar sang tabib.

“Pergilah kalian ke laut sebelah Utara, ttanfkaplah ikan bersisik emas kemerahan sebanyak tiga ekor, saat ini musim kemarau, ikan seperti itu sedang banyaknya di laut utara, bahkan biasanya sampai ke tepian pantai. Setelah kalian dapatkan, aku akan meramu obat untuk tuan raja,” ujar tabib melanjutkan informasinya.

Pengawal kerajaanpun bergegas melaksanakan perintah sang tabib. Namun apa yang terjadi, setelah satu pekan mencari, ikan tersebut tak kunjung mereka temukan.

Padahal para pengawal mengetahui saat ini ikan yang dimaksud sedang banyak-banyak banyaknya di pantai Utara. Karena ikan yang dicari tidak berhasil didapatkan, wafatlsh sang raja akibat penyakitnya tidak berhasil disembuhkan.

Sementara itu di wilayah lainnya, hiduplah seorang raja yang sangat dzalim dan buruk amal ibadahnya. Saat yang berbeda ssang raja itupun jatuh sakit. Tabib kerajaanpun dipanggil.

Saat memeriksa sakitnya sang raja, raut wajah sang tabib terlihat kebingungan. Hal itu membuat pengawal kerajaan bingung dan bertanya-tanya ada apa gerangan.

Sang tabib menjawab kebingungan para pengawal,”Aku mengenal baik sakitnya tuan raja, begitu pula dengan ooobatnya yaitu ikan bersisik emas kemerahan tiga ekor. Ikan ini bisa di dapat di pantai sebelah utara, namun saat ini musim penghujan, ikan akan sulit kita dapatkan.”

Oara pengawal kerajaan ikut kebingungan. Namun akhirnya mereka tetap berusaha mencari ikan yang dimaksud di tepian pantai sebelah utara.

Hasilnya sungguh diluar dugaan, saat mereka melaut ternyata ikan bersisik emas kemerahan berenang kesabaran kemari dengan jumlah ratusan. Tidak hanya tiga ekor yang bisa ditangkap, bahkan mencapai puluhan. Akhirnya sang raja dzalim dapat disembuhkan oleh sang tabib.

Malaikat surga menyaksikan dua kisah ini, dan merasa aneh, lalu bertanya kepada Tuhannya,

“Ya Tuhanku, Engkau telah menolong raja yang dzalim dengan kuasaMu, tapi mengapa Engkau tidak menolong raja yang baik hati itu?”

Tuhannya menjawab,”Wahai malaikatku yang taat, ketahuilah olehmu. Raja yang baik hati itu telah berbuat salah sekali dalam hidupnya, maka Aku membalas dosanya itu di dunia, supaya nanti di akhirat Aku dapat langsung membahagiakan dirinya di dalam surga-Ku. Sedangkan raja dzalim itu telah berbuat kebaikan sekali dalam hidupnya, maka Aku membalas kebaikannya di dunia, supaya nanti di akhirat ,Aku dapat langsung menyiksanya di dalam panasnya api nerakaKu.”

Demikianlah kejadian dapat berfungsi sebagai kifarat atas dosa-dosa yang pernah dilakukan.

rumahmediagrup/anisahsaleh