Kini Ia Patah Hati

Kini Ia Patah Hati

Semakin tak dimengerti akhirnya seperti ini, tak seuntai kata pun terbaca olehnya.
Hanya diam dalam penantian panjang yang semu semata.
Egomu, egonya ternyata mengalahkan kesantunan dalam bertutur kata.
Tak mengapa jika hatinya membeku karena dilema.

Syak wasangka mengelana saja, semakin menyudutkan.
Andai sedikit merendah, meluaskan hati, mendekati, meyakinkan.
Hingga semua tak kan menjadi kebimbangan, benarkah akan berakhir menyakitkan?
Menanya tiada jawab, menduga tanpa kepastian.

Luapan emosi tak terperi, entah sedang mensiasati?
Nyata kendali pikirnya tak sekokoh bangun fisiknya
Mengeluh, bergaduh pilu, mencerca  yang dia kira sama.
Berlagak paling menderita, semakin seperti mengeksploitasi diri.

Hibur hati yang luka dengan mengembara, menebarkan pesona.
Dia berlalu begitu saja, terkungkung oleh trivia, tak bisa dipahaminya.
Perih yang ia torehkan, mungkin sebanding kala memperlakukannya.

pic. FB Golden Quote

rumahmediagrup/isnasukainr