Kisah Ban Bocor

Kisah Ban Bocor

Pagi itu, seperti biasa saya mengantar dua anak saya yang masih sekolah dasar. Berangkat pagi, pukul 6.05, rute seperti biasa.

Beberapa kilometer sebelum sampai sekolah, tiba-tiba motor terasa goyang. Saya segera menepi. Duuh, ternyata ban belakang gembes. Sepertinya melindas apa gitu, jadi bocor.

“Ada bunyi seessss, Mi, ” kata Daanish.
Anak-anak turun dari motor. Saya berpikir keras. Gimana cara anak-anak sampai ke sekolah?

Untunglah saya membawa ponsel. Pesan gojek. Alhamdulillah segera ada driver yang menanggapi. Pesan ke Abang gojeknya, “Masuk ke halaman sekolah ya, Pak. Titip anak-anak saya. Ini ban motor saya gembes.”

Si Abang mengiyakan. Lega. Paling tidak anak-anak tidak terlambat ke sekolah.
Nah, tinggal masalah motor dan saya. Bagaimana cara pulang?

Telepon suami. Tak diangkat. Ya iyalah, tadi saya tinggal posisi suami sedang tidur, kecapekan karena kemarin banyak tamu datang, ada teman dari Magetan yang mampir ke Yogya.

Pesan gojek lagi. Ndilalah aplikasinya error. Crowded banyak yang pakai di sekitar situ. Dan, sepertinya kuota saya juga hampir habis, muwermuwer terus. Untungnya tadi masih bisa dipakai order gojek untuk anak-anak.

Ya sudah, sepertinya saya disuruh olahraga. Saya jalan kaki sambil mencari counter pulsa yang sudah buka. Dan, ternyata counter belum ada yang buka. Baru setengah tujuh pagi soalnya.

Akhirnya, bismillah. Motor saya tinggal di depan sebuah warung makan yang masih tutup, dan saya putuskan untuk jalan kaki ke rumah.

Lumayan juga, jarak ke rumah masih beberapa kilometer.

Dari jauh, saya samar-samar melihat seorang wanita di parkiran swalayan, kok sepertinya saya kenal. Saya dekati.

Alhamdulillah.
Mama Oci!
Oci adalah teman Daanish saat TK dulu.

Dengan diantar Mama Oci, akhirnya saya bisa sampai rumah. Segera saya bangunkan suami buat mengambil motor.

Saya bersyukur sekali punya kawan-kawan baik yang Allah kirimkan di saat saya membutuhkan pertolongan.

Hikmah peristiwa ban bocor pagi itu adalah saya jadi berolahraga, dan bertemu kembali dengan teman lama yang baik hati.

See, di balik kejadian yang sepertinya menjengkelkan ternyata ada kebaikan yang tersembunyi. Tugas kita adalah menemukan hikmah itu.

rumahmediagrup/meikurnia