Kodi Si Kodok Pemberani

Kodi Si Kodok Pemberani

Di sebuah kolam di tengah taman, hiduplah sekelompok kodok. Salah satunya adalah seekor anak kodok yang bernama Kodi. Mereka hidup bersama penghuni kolam yang lainnya.

Kodi si anak Kodok suka bermain bersama teman-temannya. Ada Goldi si anak ikan mas. Juga Beki si anak bebek, dan Geri si anak burung gereja.

Geri suka menyombongkan diri karena ia bisa terbang tinggi. Bebas berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya. Ia suka mengejek teman-temannya karena tidak bisa terbang, sehingga tak bisa berkelana jauh melihat keindahan di tempat lain.

Suatu hari saat Geri sedang terbang di atas kolam, sebuah batu kerikil terlontar dengan cepat. Tepat mengenai sayap kanan Geri dengan sangat keras. Rupanya ada beberapa anak yang sedang bermain lempar-lemparan batu di taman.

Geri terkejut, tiba-tiba merasakan sakit luar biasa pada sayap kanannya yang patah terhantam batu kerikil keras nan tajam. Lalu ia kehilangan kendali, tidak dapat mengatur arah terbangnya. Kehilangan keseimbangan, jatuh terjun bebas ke permukaan kolam.

Panik dan kesakitan. Tubuh Geri yang tidak bisa berenang mulai hanyut. Perlahan tenggelam, semakin masuk ke kedalaman kolam.

Goldi dan Beki berteriak-teriak. Meminta pertolongan untuk Geri. Kodi yang sedang tidur siang sontak terbangun mendengar teriakan teman-temannya.

Melihat kejadian di depan matanya itu, Kodi langsung melompat. Dengan gagah berani masuk ke dalam kolam. Menghampiri tubuh Geri yang semakin lemas tak berdaya.

Dengan sekuat tenaga, Kodi menarik Geri sambil berenang ke tepian. Lalu melompat dengan kaki-kakinya yang kuat. Mendorong tubuh Geri hingga naik ke dataran tanah yang kering di pinggiran kolam.

Orang tua Geri yang sejak tadi hanya bisa menyaksikan aksi penyelamatan itu langsung menghampiri anak mereka.
“Terima kasih ya, Kodi. Kamu sudah menyelamatkan anak kami,” ucap kedua orang tua Geri.
“Sama-sama, alhamdulillah Geri bisa diselamatkan,” jawab Kodi sambil tersenyum.

Geri berkata dengan lemah, “Terima kasih karena sudah menolongku ya, Kodi. Aku minta maaf karena selama ini selalu mengejekmu yang tidak bisa terbang sepertiku. Ternyata kepandaianmu berenang dan kaki-kakimu yang kuat justru sangat berguna. Bahkan bisa menolongku.”

“Tidak apa-apa, Geri. Kita kan berteman. Sudah sepatutnya sesama teman itu saling menolong dan saling memaafkan,” ujar Kodi dengan bersahabat.

Pesan Moral :
– Setiap diri kita memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak perlu menyombongkan kelebihan kita, dan tak perlu menjelekkan kekurangan orang lain.
– Gunakan kelebihan kita untuk menolong sesama.
– Bersikap baiklah terhadap teman, di antaranya dengan saling menolong dan saling memaafkan sesama teman.

Ditulis ulang dan disunting seperlunya dari :
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10158012605592847&id=748347846

rumahmediagrup/arsdiani