Komputer, Dulu Beratnya 27.000kg!

Komputer, Dulu Beratnya 27.000kg!


Hai Sobat Cilik Rumedia! Apa kabar? Lama tak berjumpa ya. Masih semangat belajar kan, walaupun tidak bisa berangkat ke sekolah dan belajar bersama teman-teman seperti biasa. Di masa belajar jarak-jauh ini, alat apa yang kalian gunakan? Sebagian besar mungkin menggunakan telepon genggam, atau ada juga yang menggunakan laptop milik Ayah atau Ibu. Komputer memang benda yang mengagumkan, ya. Dia bisa membantu manusia melakukan berbagai hal yang sulit, mulai dari menyelesaikan perhitungan yang rumit hingga menyediakan informasi untuk membantu kamu mengerjakan tugas sekolah.

Sekarang ini komputer tersedia dalam berbagai bentuk. Mulai dari jenis desktop yang bisa ditemui di laboratorium dan perkantoran, laptop yang bisa dilipat dan dibawa ke mana-mana, hingga iPad dan tablet yang bisa muat dalam genggaman kita. Namun, tahukah kalian bahwa dulu komputer berukuran amat besar? Bahkan saking besarnya, dibutuhkan ruangan yang sangat luas untuk dapat menampung satu unit komputer saja. Wah, bagaimana mengoperasikannya? Kita sejenak melihat sejarah komputer, yuk!

Sejarah komputer bermula dari sebuah mesin hitung. Pada tahun 1623 seorang ilmuwan Jerman bernama Wilhelm Schikard menemukan sebuah mesin sederhana yang dapat menjumlah, mengurang, mengali dan membagi. Di tahun-tahun berikutnya para ilmuwan terus mengembangkan mesin ini dengan berbagai cara, namun belum berhasil membuatnya lebih canggih dari sebuah mesin hitung biasa.

Di awal abad ke-19 seorang penemu Perancis bernama Joseph-Marie Jacquard merancang sebuah komputer yang memiliki fungsi khusus, yaitu untuk mengoperasikan mesin tenun kain. Meskipun para pekerja pabrik kain merasa khawatir kehilangan pekerjaan dengan adanya mesin ini, namun nyatanya si mesin laris manis. Penemuan Jacquard bertahan hingga abad ke-21, dan masih digunakan di beberapa pabrik tekstil.

Sebuah mesin hitung yang hampir mirip dengan komputer masa kini ditemukan oleh seorang ilmuwan Inggris bernama Charles Babbage di tahun 1820. Mesin hitung Babbage lebih canggih dari pendahulunya di abad ke-17. Namun mesin ini tidak sempat berkembang karena kekurangan dana.

Para ilmuwan terus berusaha mengembangkan mesin hitung yang dapat membantu manusia menyelesaikan berbagai masalah rumit. Di tahun 1924 berdirilah perusahaan IBM (International Business Machines) di Amerika Serikat. IBM mengembangkan berbagai jenis komputer, sampai menemukan sebuah mesin yang tidak hanya bisa menghitung, tapi juga menyimpan berbagai informasi dan mengolah soal-soal yang rumit. Komputer ini diberi nama ENIAC. Ia disimpan dalam ruangan berpendingin, dan menghabiskan ruang seluas 167m persegi! Beratnya 27.000kg, dan membutuhkan satu tim ilmuwan untuk mengoperasikannya. Hmm, terbayang kalau komputer sebesar itu disimpan di kamarmu, ya. Harus sebesar apa rumahmu? Tapi rupanya ENIAC hanya digunakan untuk kepentingan militer saja, sehingga ditempatkan di markas militer Amerika Serikat yang memang luas sekali.

Manusia memang tidak pernah puas, dan selalu ingin menemukan alat-alat bantu yang lebih baik untuk kehidupannya. Demikian pula yang terjadi pada komputer. Setelah membangun ENIAC para ilmuwan terus berusaha memperbaiki dan mengembangkan mesin canggih itu. Mesin penghitung semakin kecil, tapi kemampuannya justru semakin besar. Memasuki tahun 1980 ditemukanlah komputer yang berukuran tidak lebih besar dari televisi, dibantu sebuah mesin sebesar koper yang bisa ditaruh di atas meja. Jika sebelumnya orang membutuhkan kartu-kartu khusus untuk memberi perintah pada si komputer, maka komputer meja ini dilengkapi papan kunci (keyboard) dengan tombol-tombol huruf sebagaimana kalian kenal sekarang. Komputer jenis ini sangat praktis digunakan di sekolah dan perkantoran. Beberapa orang bahkan membelinya untuk kebutuhan rumah tangga.

Sepuluh tahun kemudian laptop ditemukan, dan komputer pun bukan lagi menjadi barang langka. Sekarang banyak sekolah-sekolah memanfaatkan benda canggih ini untuk alat bantu belajar para murid. Laptop memasuki kamar-kamar para pelajar, menjadi alat bantu yang sangat berguna. Sekarang bahkan komputer bisa ditemukan dalam bentuk sangat tipis, namun kemampuannya lebih canggih dari pendahulunya.

Nah Sobat Cilik Rumedia, ternyata panjang juga ya perjalanan si komputer. Ini menunjukkan kalau manusia diberi kemampuan luar biasa oleh Allah untuk mengolah pikiran dan sumber daya yang dimilikinya sejauh mungkin. Tinggal kita yang memanfaatkannya untuk kebaikan, hal-hal yang bermanfaat dan tidak melanggar aturan Allah.

Sekian dulu cerita hari ini ya. Tapi ngomong-ngomong, sebetulnya ada apa sih di dalam komputer, sampai bisa secanggih itu? Bagaimana sebuah komputer bekerja? Hmm, itu untuk cerita berikutnya, ya. Sampai jumpa lagi!

Sumber:

Snyder, Timothy Law, “Computer.” Microsoft Encarta 2009 (DVD). Redmond, WA: Microsoft Corporation, 2008

#latihanmenuliskomunitas

#rumahmediagrup

#miradjajadiredja