Kopi Tiga Sore

Kopi Tiga Sore

Sejatinya, kopi berteman baik dengan kepulan asap dari mulut penikmat sigaret.
Kenyataannya, tanpa lintingan tembakau pun, kopi selalu berjabat erat dengan aromanya sendiri.
Ritual menimbang biji, menghaluskan, menyeduh, lalu menyesap adalah sebuah proses yang tak akan mengkhianati kenikmatan hakiki.
Tak ditemani kehadiran bala-bala hangat, tetap pekat.

Sekali-kali, cobalah reguk kehangatan si hitam, bersama sahabat.
Maka, pahit yang kau rasa akan kalah dengan gelak tawa riang teman terbaik.
Tambahkan keakraban, lewat cerita penawar gundah, cerianya ibarat pemanis suasana.
Jika ingin kau ubah sajiannya menjadi lebih kompleks, beri buih susu yang berbusa, agar rasa lebih bergairah dengan nama cappucino.

Mencipta seni di atas kopi dengan bantuan lapisan susu mengilap berjejak, bagai meninggalkan kesan penuh arti pada teman sejati.
Sebut saja latte, tularkan virus bahagia karena kopi selalu mengerti apapun kondisinya.
Jam tiga sore, penunjuk waktu mempertemukan kita untuk bercengkrama
Tidak ada rahasia, dibalik sensasi teknik menyajikan secangkir kopi, kala kita habiskan waktu berharga.

Sehat selalu sahabatku!

Dgt
Cileduk, 060819

#Nubar
#NulisBareng
#Level2
#BerkreasiLewatAksara
#Menulismengabadikankebaikan
#Week1
#RNB60

Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10215521226850316&id=1428597814

rumahmediagrup/gitalaksmi