Kucing Liar

Pada tahun 2018 datanglah ke rumah seekor kucing berbulu putih dan hitam. Dia duduk di depan pintu sambil mengeong… mengeong. Aku dari dalam rumah mendengar suara kucing. Lalu kubuka pintu. Ternyata seekor kucing dewasa, badannya kurus dan bulunya kotor.

Kucing :”Bun… boleh minta makan ?” Aku lapar sambil mengeong…mengeong lagi.

Bunda Sri :”Ya, boleh nanti kamu dikasih makan tapi duduk di sini, tidak boleh masuk

Kucing :”Ya, aku menunggu saja di depan pintu. Aku mau duduk saja sini.

Bunda Sri :”Baiklah kalau begitu kucing tersebut duduk di teras yang kepalanya menghadap ke pintu.” Padahal pintu tidak ditutup.

Tapi kucing tersebut dengan sabar menunggu makanan yang sudah  janji mau memberi. Lalu aku membawakan sepiring nasi ditambah ikan mas. Kebetulan tadi masak ikan mas .

Kucing:”Terima kasih, Bun… nasinya enak,  aku lagi lapar.

Bunda Sri :”Ya,… habiskan nasinya kalau  sudah habis, bulumu yang kotor dibersihkan.

Kalau  badanmu bersih boleh masuk ke rumah. Duduk dii kursi, boleh tidur. Tapi ingat tidak boleh bab dan pipis sembarangan.

Kucing:”Baik, Bun… Aku tidak akan bab dan pipis sembarangan.Aku sudah makan, mau bebersih buluku yang kotor. Biar,

Bunda Sri mau merawatku.Aku mau guling-  guling di tanah dulu. Sambil di penutup pintu aku melihat dibalik gordeng ingin tahu.Apa benar kucing tersebut mau membersihkan bulunya yang kotor. Ternyata benar, kucing mulai menjilat-jilat bulunya dengan lidahnya. Lalu berguling-guling di depan teras yang ada papingblog.        

 Sambil di penutup pintu aku melihat dibalik gordeng ingin tahu.Apa benar kucing tersebut mau membersihkan bulunya yang kotor. Ternyata benar, kucing mulai menjilat-jilat bulunya dengan lidahnya. Lalu berguling-guling di depan teras yang ada papingblog.

Kucing liar tersebut kupelihara hampir 2 bulan, badannya yg dahulu kurus serta bulunya kotor yang kotor jadi bersih . Sekarang kelihatan lebih seger. Kuberi nama Si Belang karena bulunya belang-belang putih dan hitam warnanya.

Kucing :” Bun… boleh aku sekarang masuk rumah. Lihat buluku bersih

             dan badanku tidak bau lagi.”

Bunda Sri :” Ya, boleh… Lalu Si Belang masuk ke rumah sambil melihat

            ke kiri dan ke kanan. Kebetulan di tengah rumah ada kursi yang

            dekat pintu ke ruang tamu. Lalu, Si Belang duduk di sana,

             sambil menjilat-jilat bulunya. Langsung tidur,   kedengaran

             suara dengkurannya.”

Kuberi makan sehari 2-3 kali dengan nasi hangat ditambah ikan pindang tongkol yang kubeli di warung tanpa di goreng ikannya. Karena pernah di goreng dulu ternyata dia tidak suka.

Kalau malam Si Belang suka tidur di atas motor yang di parkir di depan pekarangan rumah. Tapi kalau siang sampai sore ada di rumah. Ternyata hewan juga mengerti bahasa manusia. Selama 1 tahun Si Belang ada di rumahku.Tiba2 sakit dan akhirnya meninggal dunia.

Sedih rasanya pas mau menghebuskan nafas Si Belang mengeong… mengeong… mengeong… sambil mengeluarkan air matanya. Lalu kuusap matanya dengan tissu. Aku membelainya, Ayo cepat sembuh sudah 2 minggu kamu makannya tidak baik.

Kucing :” Si Belang mengeong lagi.

Bunda Sri :” Yah, sudah bunda mau ke dapur dulu mau masak. Kamu tunggu di sini.”     

Lalu Si Belang dimasukkan ke dalam dus disimpan di atas kursi di depan teras yang berada di lantai 2.Takut tikus memakannya.Karena Si Belang badannya sudah lemas. Kebanyakan minum terus seperti yang haus. Ku lihat nafas Si Belang kencang sekalil.Lalu badannya seperti cacing kepanasan. Gedab-gedebug….

Kucing :”Bun… meong… meong… meong…

Bunda Sri :”Ya, ada Si Belang tangannya meronta-ronta seperti ingin dipegang.”

Ya… sudah diusapan lagi kepalanya Si Belang. Cepat sembuh Si Belang menangis sambil tangannya memegang tanganku. Lalu aku masuk ke dalam rumah mau masak.Di dapur sudah disiapkan masakan .Kira-kira 1 jam aku naik lagi ke atas ternyata Si Belang sudah mati. Aku menangis, waktu ditinggalkan kelihatan menangis Si Belang mungkin tandanya tidak mau ditinggalkan. Akhirnya jasad Si Belang dikubur dibelakang rumah.

Si Belang sedang sakit

2 comments

  1. Kucing hinatang yang lucu, ya Bu. Saya juga nulis tentang kucing di Fb.

    Btw, maaf itu ada yg ke Enter kayaknya, Bu. Harus diedit.

Comments are closed.