Kursol

::Kursol::

Kursol alias kursus online memang sudah menjamur bak cendawan di musim penghujan.

Tak dipungkiri kecanggihan teknologi membuat semuanya terasa sangat mudah. Mau tahu tentang apapun bisa kita cari lewat jaringan internet. Nyaris semua hal bisa kita cari lewat internet.

Namun tetap sebagai orang yang berkecimpung di dunia daring, kita harus teliti sebelum bertransaksi. Agar tak mudah tertipu oleh promo atau flyer yang berseliweran setiap menit bahkan detik di pasar daring ataupun media sosial.

Saat kita memang terpaksa bersentuhan dengan dunia daring untuk mencari sesuatu, ada hal-hal yang perlu kita perhatikan. Pertama, lihat profilnya, baca testimoni orang-orang yang pernah singgah atau memakai jasa atau produk dari si empunya profil. Setelah membaca beberapa profil dan komentar customer-nya, biasanya kita akan merasakan klik untuk kemudian melakukan kontak via DM ataupun nomor telepon yang tercantum di laman profilnya.

Bertransaksi via daring itu harus ada rasa saling percaya, saling membutuhkan, dan saling pengertian. Kok macam orang mau menikah ya?🤔

Ketiga hal itu harus ada di kedua belah pihak. Jika satu saja cacat, maka transaksi keduanya bisa dipastikan tidak harmonis. Contoh, saat saya memasang sebuah informasi tentang kursol dengan dipermanis sebuah gambar, orang yang melihat, dan yang sedang mencari kursol pasti akan bertanya lebih detil tentang produk yang saya posting. Setelah berhasil menemukan yang dibutuhkan, tentu akan ada transaksi pembayaran, di sinilah asas saling percaya diperlukan. Setelah selesai, saling yang ketiga adalah saling pengertian. Saat berlangsung kursol, peserta tak bisa sesukanya mengatur jadwal kursus, karena ada mentor, admin, juga peserta lainnya yang sama-sama ikut dalam kelas tersebut.

Namun di balik keriuhan proses kursol, tetap saja bisa jadi alternatif pilihan belajar bagi para ibu atau orang-orang yang waktunya tak memungkinkan untuk ikut dalam kelas luring (luar jaringan).

Nah, sekarang kitalah yang harus cerdas melihat dunia daring. Tak selamanya teknologi itu buruk. Manusialah yang membuatnya menjadi terlihat buruk.

Yuk, ikut kursol!

rumahmediagroup/afafaulia18