Ladang Pahala (bagian 1)

Ladang Pahala (bagian 1)

Tepat satu bulan sejak mamih harus tirah baring. Beliau melakukan aktifitas di tempat tidur, hal ini disebabkan tulang pinggulnya retak akibat jatuh mengenai kayu tempat tidur ketika akan berwudhu untuk salat asar.

Sebetulnya sejak dua bulan yang lalu, mamih dalam kondisi kesehatan yang tidak baik. Dua kali harus dirawat di rumah sakit terdekat dari rumah di Jatinangor karena mengalami hipoglikemia, penurunan kadar gula darah secara drastis, padahal beliau tidak ada riwayat diabetes.

Bayangkan saja, kadar gula darah mamih pada saat drop pertama 36 mg/dL, sementara untuk batas aman kadar gula darah 100 mg/dL. Selang satu bulan sejak dirawat pertama, kejadian drop ini terulang lagi, kondisinya lebih parah, kadar gula darah hanya 4 mg/dL. Mamih tidak hanya pingsan dan kejang-kejang, tetapi beliau berhalusinasi. Beliau merasa dipanggil-panggil oleh almarhumah ibunya untuk segera bangun.

Saya dan kakak-kakak serta papap mencari opini kedua ke rumah sakit lain untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh penyebab mamih mengalami hipoglikema. Ternyata diagnosa dokter spesialis lainnya, mamih mengalami hipertiroid dan ada tumor di kelenjar tiroid sebelah kiri, inilah yang menyebabkan kadar gula darah mamih drop secara abnormal.

Ketika mamih kadar gulanya sudah normal, diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Tiga hari kemudian mamih jatuh. Akhirnya kembali harus dibawa ke rumah sakit. Kali ini rumah sakit yang kami tuju ada di Kota Bandung, sekitar 40km jaraknya dari Jatinangor. Karena kondisi mamih dengan imun yang tidak bagus beliau hanya bisa melakukan perawatan untuk tumor, hipertiroid dan tulang retaknya dengan tirah baring, selama seminggu di rumah sakit dilanjutkan hingga satu bulan di rumah, serta mengonsumsi obat-obatan.

Entah apalagi rasa yang bisa menggambarkan kesedihan saya dan kakak-kakak serta papap ketika melihat mamih tak berdaya seperti itu. Detik itu juga saya mulai mempersiapkan diri jika suatu saat akan merasakan kehilangan terberat. Tekad saya sebagai anak perempuan satu-satunya adalah merawat mamih dengan tangan saya sendiri.

rumahmediagrup/gitalaksmi

5 comments

Comments are closed.