laksana berjalan di atas pasir

Pernah mendengar perumpamaan bahwasannya “Orang yang ikhlas ibarat berjalan di atas pasir, tak terdengar langkah kakinya, tetapi terlihat napak tilas jejaknya” (Ibnu Mas’ud) kemudian Ibnul Qoyyim juga memberi perumpamaan seperti ini, bahwasannya “Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tapi tidak bermanfaat”

Sungguh, orang-orang yang bisa mengamalkan keikhlasan merupakan orang yang paling mengerti bahwa kebahagiaan hakiki adalah Rabb Nya. Dalam keadaan apapun akan mengingat keutamaan beramal karenaNya.

Terkait pandemi, sabar dan ikhlas adalah poin penting yang wajib kita tanamkan dalam diri kita supaya kita tetap husnudzon akan ketetapan Allah SWT. Hindari prasangka-prasangka buruk karena covid-19 ini.

Selanjutnya, perlu dipupuk juga rasa syukur walaupun dalam dunia pendidikan masih menyimpan PR besar dalam mengelola belajar dari rumah yang menyita waktu dan energi. Meskipun juga penyebaran covid 19 di era new normal ini masih tinggi. Namun, selayaknya kita terus mengelola waktu di kala pandemi ini agar lebih efektif dan efisien, agar menuai buah-buah keikhlasan. Bagaimanapun, ini semua adalah ketentuanNya. tak mau kan kita disebut musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tapi tidak bermanfaat.

Yuk, mulai isi kegiatan kala pandemi ini dengan amal yang ikhlas!

rumahmediagrup/nurfitriagustin

sumber gambar: pexels

One comment

  1. Saya kayaknya baru pertama kali tahu perumpamaan bahwa orang yang ikhlas ibarat berjalan di atas pasir. Itu keren banget. Terima kasih.

Comments are closed.