Lansia Sehat, Lansia Bahagia

Lansia Sehat, Lansia Bahagia

Lansia (Lanjut usia) adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Sebagai dampak keberhasilan pembangunan kesehatan di Indonesia salah satunya adalah meningkatnya angka harapan hidup di Indonesia. Sehingga populasi lansia juga meningkat.

Lanjut usia merupakan bagian dari proses kehidupan yang tidak dapat dihindari dan akan dialami oleh setiap manusia. Pada tahap ini manusia mengalami banyak perubahan baik secara fisik maupun mental. Dimana terjadi kemunduran dalam berbagai fungsi dan kemampuan yang pernah dimilikinya.

Lanjut usia mempunyai ciri-ciri :
• Memiliki beberapa penyakit kronis/menahun
• Gejala penyakitnya tidak khas
• Fungsi organ yang menurun
• Tingkat kemandirian berkurang
• Sering disertai masalah nutrisi

Dengan bertambahnya usia, tubuh akan mengalami berbagai perubahan seiring dengan proses penuaan. Penuaan adalah proses alami tubuh. Proses ini dapat dijalani dengan baik apabila lansia memahami perubahan yang terjadi di tubuh serta langkah-langkah untuk menjaga kesehatan lansia.

Perubahan yang terjadi pada tubuh lansia akibat pertambahan usia dapat meliputi berbagai hal sebagai berikut :

1. Perubahan pada Tulang
Pada lansia, tulang berubah menjadi lebih rapuh dan lebih tipis. Hal ini terutama terjadi pada wanita dan menyebabkan kondisi yang dinamakan osteoporosis. Kondisi ini meningkatkan risiko patah tulang.

2. Perubahan pada Otak dan Sistem Saraf
Pertambahan usia dapat mengakibatkan perubahan pada gerak refleks tubuh dan sistem saraf. Sel pada otak dan sistem saraf bisa mengalami kerusakan sehingga menyebabkan suatu kondisi yang disebut demensia.

3. Perubahan pada Saluran Pencernaan
Saluran pencernaan pada lansia dapat berubah menjadi lebih keras dan kaku sehingga tidak berkontraksi seperti sebelumnya. Hal ini bisa menjadi penyebab berbagai gangguan pencernaan seperti konstipasi, sakit perut, dan mual.

4. Perubahan pada Indra
Memasuki usia senja, lansia akan mulai merasakan berkurangnya kemampuan pada indra penglihatan serta pendengaran. Kemampuan dalam merasakan makanan atau minuman, sentuhan, serta bau juga mungkin akan berkurang.

5. Perubahan pada Kulit
Seiring bertambahnya usia, kulit akan kehilangan elastisitasnya sehingga akan mulai mengendur dan berkerut.

Masalah-masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia berbeda dari orang dewasa. Kumpulan gejala ini sering disebut dengan sindroma geriatri. Yaitu kumpulan gejala-gejala mengenai kesehatan yang sering dikeluhkan oleh para lanjut usia dan atau keluarganya (istilah 14 i), yaitu :

Immobility (kurang bergerak)
Instability (mudah jatuh)
Incontinence (beser BAB/BAK)
Intellectual impairment (gangguan intelektual/ demensia)
Infection (infeksi)
Impairement of hearing, vision and smell (gangguan pendengaran, penglihatan dan penciuman)
Isolation (depression)
Inanition (malnutrisi)
Impecunity (kemiskinan)
Iatrogenic (menderita penyakit pengaruh obat-obatan)
Insomnia (sulit tidur)
Immuno-defficiency (penurunan sistem kekebalan tubuh)
Impotence (Gangguan seksual)
Impaction (sulit buang air besar)

Proses penuaan dapat diiringi dengan gangguan kesehatan. Namun berbagai cara untuk menjaga kesehatan lansia dapat dilakukan agar proses penuaan tetap berjalan dengan baik dan sehat. Berikut ini tipsnya :

1. Banyak Berjalan
Olahraga ringan, yaitu berjalan, sangat dianjurkan untuk bisa tetap sehat di usia lanjut. Sesuaikan dengan kemampuan fisik dengan mengatur langkah dan jarak, supaya daya tahan tubuh bisa dibangun secara konsisten. Kesehatan tulang juga akan semakin terjaga dengan olahraga sederhana ini.

2. Tetap Membaca
Membaca adalah salah satu cara agar kemampuan otak tetap terasah sekaligus sebagai langkah relaksasi yang baik. Dengan rajin membaca setiap hari walaupun sebentar saja, risiko untuk terkena penyakit penurunan daya ingat, seperti Alzheimer atau demensia, dapat berkurang.

3. Jaga Porsi Makan
Cegah obesitas, diabetes, hingga penurunan daya ingat pada usia di atas 70 tahun dengan mengontrol porsi makan. Perbanyak frekuensi makan (misalnya, 6 kali sehari) dengan porsi yang lebih kecil. Sedikit-sedikit tapi sering, lebih baik dibandingkan dengan makan porsi yang besar di jam makan biasa.
Prioritaskan menu yang kaya serat, rendah lemak, dan bebas kolesterol. Hindari juga konsumsi makanan siap saji dan alkohol, serta merokok.

4. Jaga Kesehatan Gigi
Semakin tua, lapisan terluar gigi dapat terus terkikis dan semakin menipis. Hal ini membuat gigi lansia menjadi lebih mudah berlubang dan lebih rentan terhadap penyakit gusi. Sikat gigi secara rutin sebanyak 2 kali sehari dan bersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi (dental floss) agar kesehatan gigi tetap terjaga.

5. Istirahat Cukup
Supaya tetap sehat di usia lanjut, istirahatlah yang cukup. Penuhi kebutuhan waktu tidur setidaknya selama 7-8 jam setiap hari. Kualitas tidur yang baik juga akan mencegah stres, memperbaiki sel-sel tubuh, dan membuat daya tahan tubuh tetap prima.

***

Usia lanjut tidak harus identik dengan penyakit. Pahami cara menjaga kesehatan lansia yang baik dan tepat. Periksakan kesehatan secara rutin ke dokter sebagai langkah pencegahan maupun deteksi dini terhadap berbagai penyakit yang mungkin menyerang.

Salam sehat ❤

Daftar Pustaka :
• Safitri, Nedya. 2018. Masalah Kesehatan pada Lansia. http://yankes.kemkes.go.id/read-masalah-kesehatan-pada-lansia-4884.html . Diakses pada 18 Januari 2020 pukul 15:42
• Putri, Nina Hertiwi. 2019. 5 Tips Tetap Sehat untuk Lansia. https://www.sehatq.com/artikel/5-tips-tetap-sehat-untuk-lansia. Diakses pada 18 Januari 2020 pukul 16:17

rumahmediagrup/arsdiani