Lebaran ‘Pertama Kalinya’

Lebaran tahun ini akan dipenuhi dengan kata ‘pertama kalinya’. Lebaran untuk pertama kalinya pelaksanaan shalat Ied dilakukan per RT. Pertama kalinya shalat Ied dilakukan di depan halaman rumah. Pertama kalinya ucapan maaf lahir dan bathin dilakukan tak bersentuhan dengan ibu-ibu di komplek perumahan. Pertama kalinya saat shalat Ied semua jamaah memakai masker. Pertama kalinya ucapan tak disertai dengan pelukan hangat sanak saudara. Pertama kalinya ucapan dan sungkeman dengan orang tua dilakukan lewat video call.

Pertama kalinya lebaran tak dapat berkumpul dengan anak-anak karena kebetulan tinggal di luar kota. Pertama kalinya persiapan kue dan makanan tak seheboh Lebaran sebelumnya. Pertama kalinya tak terpikirkan membeli baju Lebaran. Pertama kalinya Lebaran hanya berdua saja dengan putri bungsuku. Pertama kalinya merasakan malam takbiran begitu sepi.

Pertama kalinya begitu bahagia Lebaran berkumpul dengan tetangga, karena selama pandemi ini kami tak pernah keluar rumah meski sekedar menanyakan kabar. Pertama kalinya hati merasakan rasa yang tak bisa terucap hanya rasa syukur terhadap sang pemilik hidup bahwa sampai detik ini masih diberi kesehatan dapat bersilahturahmi dengan keluarga meskipun lewat dunia maya.

Senantiasa mensyukuri setiap kejadian dan berbaik sangka semuanya pasti ada hikmahnya. Bersabar namun juga harus selalu bersyukur yakin Allah akan senantiasa bersama dengan orang-orang yang sabar.

Sumber Foto : Koleksi Pribadi

rumahmediagrup/She’scafajar