Lebaranku dalam Setoples Nastar

Lamat terdengar suara beduk riuh bak siung lebah

Epoch ini senantiasa meletikkan hati

Bias harmoni berlumus asa

Aku menggeliat menyimak aurora

Rembulan baru telah nampak

Ah! Aku menggeremet pelan dan pelan

Nun ingatan berdebam  akan harum aromanya

Belum terlambat!

Setoples nastar masih bisa kusajikan untukMu

Putihnya tepung, anyirnya telur, mentega melekat, harumnya vanilli, selai nanas yang segar

Ah, entah bahan apalagi agar nastarku harum sampai ke langit ketujuh,

Agar aromanya terhirup dan tercatat para malaikat

Tuhan! Kutitipkan nastarku dalam toples indah di lebaran kali ini

untuk yang takkan pernah kembali

Cirebon, 26 Mei 2020

rumahmediagrup/nurfitriagustin

sumber gambar : pexels