Lelaki

::Lelaki::

Punya anak laki-laki? …saudara laki-laki?

Suami, laki-laki kan?

Terus apa hubungannya?
========
Tadi malam sempat baca, ada Ibu yang tidak sengaja menghilangkan nyawa anaknya. Ibu itu depresi, karena tekanan dari suami (laki-laki), yang menganggap dirinya tak becus mengurus anak.

Yang saya tangkap dari tulisan itu, karena anaknya berbadan kurang berisi (baca: kurus). Lantas suami dan keluarganya menyalahkan si Ibu yang tak bisa mengurus anak.

Mungkin selain alasan tadi, saya rasa ada hal lain yang membuatnya menjadi demikian tak terkendali. Hingga tanpa dia sadari nyawa anaknya melayang.

Saya tidak sedang membela kaum ibu dan menyalahkan kaum bapak. Bukan!
Yuk, kita renungkan, sudah seberapa besar keikutsertaan para suami dalam memberikan kenyamanan hati para ibu?

Jangan karena bapak sudah bekerja mencari nafkah lantas selesai sudah tanggung jawabnya. Hanya sekadar itukah??

Bukankah dirimu juga bertanggung jawab atas kejiwaan pasanganmu wahai para suami?
Jika hanya sekadar memberikan nafkah berupa uang, para ibu pun juga bisa melakukannya.

Turunkanlah sedikit egomu yang jumawa menyandang gelar ‘suami’. Surga istri ada pada suami. Maka patuhlah hanya kepada suami. Itu benar sekali!
Tetapi agama juga mengajarkan bersikap lemah-lembut kepada istri, ibu dari anak-anakmu.

Bagi para ibu (khususnya saya), yang memiliki anak laki-laki, ajari sedini mungkin, cara menghormati wanita, tidak berkata kasar, apalagi merendahkan. Ajari pula anak laki-lakimu melakukan pekerjaan rumah tangga. Karena berumah tangga adalah bahtera yang harus dijalani bersama. Bukan hanya oleh istri tetapi juga suami sebagai nahkoda.

Bersyukurlah jika Tuhan memberikanmu pasangan hidup yang baik. Dan tetap berdoa agar Tuhan berikan yang terbaik dalam hidup.

Tak ada gading yang tak retak. Tak ada manusia yang sempurna tanpa cacat dan cela. Alangkah baik jika cacat itu diperbaiki, dan mengurangi cela yang ada.

•wallahu a’lam•

rumahmediagroup//afaf.aulia18

3 comments

  1. Terimakasih tulisannya Mbak Frida. Fakta nyata dalam hidup berumah tangga. Bukan karena kurang iman/ibadah/syukur. Bahkan punya suami baik pun, masih bisa memicu depresi yang memang sudah berakar di jiwa karena genetis.

  2. Tugas sebagai ibu rumah tangga itu sangatlah kompleks. Semua ibu tentu ikhlas mengurus runah tangganya, tapi ada kalanya kelelahan itu memuncak. Saat dalam kondisi seperti itu, yang diperlukan adalah penguatan dari orang terdekat. Jika hal sebaliknya yang didapat, maka emosilah yang berbicara. 🙏

Comments are closed.