Lengkingan Pagi

Lengkingan Pagi

 
Malam masih belum mau pergi
Dingin masih menemani tidur lelapku
Rehat sejenak dari lelah mendera
 
Nyaris sehari penuh
Berlari menapaki jalan besi
Panas mentari hingga beku dinihari
Rasa yang begitu akrab tak mau pergi
 
Dalam buaian mimpi
Melepas penat
Perlahan berubah menjadi karat
Nafas yang dulu begitu segar
Kini mulai berat menghela
 
Lalu terdengar sayup merdu memecah subuh
 
Suara lantang muazin lantunkan kalimat suci
Bangunkan mereka yang masih nikmat terpejam
Ingatkan betapa sujud lebih berarti
Dari semua harta di dunia
 
Bagiku
Pertanda hari baru telah dimulai
Perjalanan baru akan kutempuh
 
Seorang berbaju putih melangkah masuk
Putarkan kunci nyalakan tenaga
Getaran pelan kian terasa
Rasa hangat kini menjalar di sekujur badan
 
Perlahan aku mulai bergerak
Masuki sebuah bangunan megah nan gagah
Kerumunan manusia sudah menanti
Antusias tak sabar lagi
 
Mereka
 
Masih segar dengan semangat
Siapkan tenaga demi ikhtiar
Entah belajar atau hendak bekerja
Semua demi cerah masa depan
 
Mereka bergantung padaku
Satu-satunya yang dipercaya
Siap mengantar kemana takdir akan memanggil
 
Tak butuh waktu lama
Penuh sesak menanti dalam harap
Semoga pagi ini tak terlambat
 
Suara peluit seorang bertopi merah
Bersambut siulan pria rapih dengan jas birunya
Kujawab dengan segera
Lengkingan keras membelah pagi
 
Dan perjalanan hari ini dimulai
 
Bandung Barat, pertengahan Oktober 2019
D3100 18-200 mm
Snapseed
 
#Nubar
#NulisBareng
#Level4
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week3
#RNB48
#rumahmediagrup — bersama Rumedia Nubar Bla, Ilham Alfafa dan Titi Keke.






rumahmediagrup/masmuspoetrygraphy