Liburan Ala Kami

Liburan Ala Kami

(Reina)

Sebuah cerita pendek, hasil pelatihan Sehari Bisa Menulis Buku bersama Rumedia Grup, oleh Reina.

Travelling adalah hobby suami dan saya dari sebelum menikah, hingga terus berlanjut sejak anak kembarku, J & J, masih balita. Namun hobi itu sudah setahun lebih berhenti karena virus Covid melanda dunia ini. Pengalaman J & J travelling pertama ke luar negeri dari Singapura adalah ke Johor Bahru, bersama Opa dan Omanya sewaktu mereka berusia tiga bulan, dengan naik kendaraan umum.


Kalau diingat lagi, betapa nekatnya kami waktu itu. Membawa dua bayi, orang tua, dan sebuah stroller side by side yang beratnya lebih dari 10 Kg naik bus umum pula. Syukurlah, ternyata mereka juga hobi jalan-jalan, jadi mereka bahagia saja dibawa keliling Johor Bahru seharian sampai kembali lagi ke Singapura tengah malam.


Sejak si kembar sekolah, pola liburan pun berubah. Semester satu dan tiga yang hanya libut seminggu, kami habiskan dengan berjalan-jalan sekitar Singapura saja, yang selama liburan sekolah memiliki banyak pilihan kegiatan untuk anak-anak. Seperti open house di museum, atau acara Meet and Greet dengan karakter favourite yang diadakan beberapa pusat perbelanjaan di sini.

Memasuki semester dua, masa liburan lebih panjang menjadi sebulan, meski kadang mereka harus kembali ke sekolah untuk melakukan kegiatan ekstra kurikuler atau kelas tambahan. Jadi biasanya di masa short term holiday, kami akan pergi ke kota asal ayah J & J di Kuala Lumpur, atau mengunjungi kota lainnya di Malaysia.


Semester empat adalah liburan terpanjang, saatnya saya bisa mudik ke kampung saya di Jakarta. Tentu saja yang paling berbahagia adalah saya, karena selama sebulan atau lebih, bisa puas menikmati kuliner, bertemu keluarga juga sahabat, dan jadi taitai alias nyonya majikan. Tidak perlu mengerjakan pekerjaan rumah, masak, bahkan bisa perawatan diri. Bahagianya! Hahaha!


Tahun lalu ketika pandemi melanda, pola liburan pun berubah juga, hingga kami hanya bisa berjalan-jalan dalam negeri saja. Semoga dengan penemuan vaksin dan berkurangnya kasus, dunia bisa kembali pulih seperti sedia kala. Kami sudah rindu berlibur dan juga pulang kampung bertemu keluarga.

(Tamat)

(Foto: Koleksi pribadi)

cid:8410cc48-f159-4849-84bc-208e3e35be98