Lihatlah

Isi surat ini menggelitik langit-langit keinginan
Yang sempat terbelenggu di lorong harapan

ingin apa
Jangan katakan
Datanglah ke warung dan tanyakan pada diri
Apa yang kita ingin

Lihatlah di sana
Warung tak sediakan tangan di dagu

Tanyakan pada rumput ilalang
Ternyata ilalang pun membisikkan
Jumlah akarku adalah ketegaranku
Jumlah daunku adalah perjuanganku
Bagusku adalah rasa syukurku

Aku terharu
Bak seorang nenek memandang cucu dalam dekapan ibu dan ayahnya
Yang tak pernah meninggalkannya hanya karena sebuah ego

Asparaga

2 comments

Comments are closed.