Lima tips aman istirahat di Rest Area

Assalamualaikum sahabat …!

Kali ini Dewi sudah menginjakkan kaki di kota Bandung, percaya enggak kami menghabiskan waktu dari perjalanan dari Surabaya selama 24 jam. Lah tidur dimana?

Sebenarnya ini bukan perjalanan pertama Dewi dan keluarga untuk menghabiskan waktu di jalan. Kami sering bertualang membawa kendaraan pribadi dan saat merasa lelah harus beristirahat. Alhamdulillah selama ini aman dalam beristirahat di perjalanan. Bagaimana sih selama ini yang kami lakukan?

Simak lima tips aman beristirahat di rest area, sebagai berikut:

1.Perhatikan dan catat.

Nomor rest area yang teman-teman kunjungi harus di catat, entah dalam gawai, buku, atau memori. Kita pasti tidak menginginkan kejadian berbahaya terjadi pada diri kita. Kita harus waspada seandainya kejadian tak terduga seperti kasus pencurian di rest area km 626 tol ngawi-kertosono yang terjadi beberapa hari terakhir. Sehingga nomor km kita memudahkan pelaporan informasi dengan cepat saat terjadi hal yang tidak diinginkan, untuk menangkap pelaku kejahatan.

sumber foto: dokumen pribadi

2.Pilih tempat beristirahat

Saat kondisi lelah, kita tetap harus memilih tempat beristirahat. Seperti yang kami alami kemarin, menepi ke parkiran ternyata suasana di dekat mobil tidak nyaman, akhirnya kami memutuskan untuk keluar dari parkir dan menuju rest area selanjutnya. Jika sudah menemukan tempat yang dirasa aman maka kita bisa beristirahat dengan tenang. Ada baiknya kita tidak bermalam, jika sudah tidak lelah dan mengantuk untuk berkendara.

Baca juga: Dua rest area menarik di tol Surabaya-Bandung

3.Cari lokasi parkir yang berdekatan dan terang.

Lokasi parkir di rest area sangat penting untuk memutuskan anda beristirahat dengan tenang. Jangan parkir mobil di tempat yang jauh dari kerumunan, lebih baik cari yang berdekatan dengan mobil-mobil pengunjung yang lain. Selain itu carilah lokasi yang terkena cahaya lampu atau terang. Dengan begini gerak-gerik mencurigakan bisa segera terlihat, dan lebih terhindar dari kemungkinan yang tidak diinginkan.

4.Mengunci pintu dan menutup jendela.

Saat kita benar-benar tidak mampu untuk ‘melek’ maka kita harus benar-benar memastikan bahwa pintu mobil sudh benar-benar terkunci, dan jendela tertutup rapat. Hal yang perlu diingat, kita tidak boleh menghidupkan ac mobil lebih dari 2 jam karena tidak baik untuk pernapasan kita. Bila dirasa mengantuk berat, sebaiknya bergiliran berjaga dengan kerabat kita agar waktu tidur lebih terpantau. Jika berpergian sendiri maka sebaiknya menghidupkan alarm berulang sebelum dua jam terlewati karena tertidur pulas. Saat sudah dua jam sebaiknya ac mobil dimatikan dan buka jendela sedikit untuk sirkulasi udara.

5.Bersikap wajar.

Beragam karakter orang di tempat peristirahatan. Kita sebaiknya tidak menggunakan perhiasan berlebih dan bersikap tetap sopan dan tidak angkuh pada orang lain. Selain tidak menjadi sasaran penjahat, kita pun berpeluang mendapat bantuan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Nah, itulah lima tips yang Dewi lakukan selama ini, sebaiknya memang tidak bermalam di rest area, kecuali tempat itu benar-benar aman dan dekat dengan keamanan terkait.

pos kesehatan dan keamanan
Sumber foto: dokumen pribadi

Salam,

Dewi Adikara

Rumahmediagrup/DewiAdikara

2 comments

  1. intinya tetap kendaraan dikunci untuk mencegah pencurian ya.
    Ada satu lagi, jangan menaruh benda-benda berharga di dashboard atau di tempat yang mudah terlihat dari luar.

  2. Sip, betul banget tuh, terimakasih tambahannya. Kelewatan, biasanya laptop, tas, atau gawai disembunyikan dari tempat yang terlihat secara langsung dari luat. Hal penting lainnya, harus dan jangan sampai lupa mengunci pintu mobil😉

Comments are closed.