Lindungi Generasi dari Kekerasan Seksual

Lindungi Generasi dari Kekerasan Seksual

Kekerasan seksual adalah isu penting dan rumit dari seluruh peta kekerasan terhadap anak karena anak adalah aset penting generasi penerus pembangunan dan kemajuan bangsa.Oleh karena itu, anak harus dilindungi dari  kejahatan seksual juga perang terhadap seluruh anasir yang jadi pemicunya berupa pornografi, seks bebas, perbuatan cabul, homoseksualitas dan perilaku seks menyimpang yang dilakukan terhadap anak anak di bawah umur.

Maraknya kekerasan seksual pada generasi menjadi gambaran betapa lemahnya jaminan keamanan bagi anak-anak.Lalainya keluarga dari membentengi anak, adalah lalainya keluarga terhadap pendidikan agama.  Anak tidak diajarkan untuk menutup auratnya, menjaganya agar tidak dilihat oleh orang lain dan merasa malu membukanya.  Orang tua lalai, karena mereka sendiri juga tidak paham agama atau tidak memiliki kesempatan mengajarkannya akibat kesibukan kerja.  Ini adalah dampak dari abainya negara terhadap pendidikan agama serta penerapan ekonomi kapitalis yang memaksa para ibu untuk juga bekerja.  Anak menjadi korban, tidak dididik dengan benar dan diperhatikan.  Anak diserahkan begitu saja ke lembaga-lembaga pendidikan, yang kadang justru menjadi tempat anak mendapatkan pelecehan seksual. Selain keluarga, lingkungan dan Negara juga telah abai memberikan jaminan keamanan kepada anak-anak. Kehidupan masyarakat yang saat ini diwarnai oleh kehidupan materialistis dan hedonis, akan membentuk individu yang hanya mengutamakan terpenuhinya kebutuhan jasmani.

Kekerasan seksual pada anak dan generasi  sesungguhnya adalah masalah yang diakibatkan oleh penerapan sistem hidup yang menitik beratkan pada aspek kebebasan yang dianut oleh negara ini.  Kejadian tersebut tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai hidup yang salah yang telah berkembang di masyarakat.  Pelaku kekerasan seksual pada anak yang mayoritasnya adalah orang dekat korban, menggambarkan keadaan masyarakat yang sakit.  Kepadatan penduduk, kemiskinan, rendahnya pendidikan, kurangnya perhatian orangtua kepada anak, adalah suatu kondisi yang tidak berdiri sendiri.

Semua itu merupakan hasil dari  globalisasi yang bersifat  liberal dan menjadi racun mematikan bagi akal dan naluri manusia. Hingga seorang ayah kandung tega menggauli darah dagingnya sendiri. Membuat saudara kandung mengeluarkan hasrat buruk terhadap saudaranya sendiri.  Ketika pemahaman agama tidak menjadi standar perilaku, maka hawa nafsu menjadi penentu. Akibatnya, orang berlomba memenuhi kebutuhan jasmani sesuka hatinya. Liberalisme telah menghilangkan ketakwaan individu, kontrol masyarakat maupun peran Negara dalam mengatasi kejahatan seksual anak. Dengan demikian, dalam masalah kekerasan seksual terhadap anak sebagai generasi penerus bangsa, negara adalah satu-satunya pihak yang mampu menyelesaikan secara tuntas atas kejahatan seksual anak.

rumahmediagrup/pujiyuli

One comment

Comments are closed.