Lingkungan Ekonomi dalam Proses Produksi

sumber gambar: https://medium.com/@donigabe757/kemajuan-teknologi-dan-pola-hidup-manusia-dalam-perspektif-sosial-budaya-e19fc29d4492

Lingkungan Ekonomi dalam Proses Produksi

Berubahnya lingkungan bisnis berdampak pada perubahan lingkungan ekonomi. Interaksi ekonomi dan sosial diatur dalam kelembagaan formal dan informal. Kelembagaan dirancang oleh manusia untuk menciptakan ketertiban dan mengurangi ketidakpastian dalam aktivitas tukar menukar (ekonomi). Bersamaan dengan hal tersebut, terdapat standar ekonomi yang manusia pilih dan terdapat biaya transaksi serta produksi yang dikeluarkan. Sehingga dampaknya pada profitabilitas dan kelayakan terlibat penuh dalam kegiatan ekonomi.

Evolusi kelembagaan yang menghubungkan masa lalu dan masa depan, mengakibatkan ekonomi hanya sebatas cerita. Namun struktur insentif ekonomi terus berkembang pada peran teknologi. Dengan demikian menjadi menarik untuk didiskusikan batasan kelembagaan yang berinteraksi pada teknologi saat proses produksi dilakukan. Bagaimana proses produksi dilakukan untuk mencapai maksimalisasi keuntungan ? Bagaimana informasi yang lengkap tentang kinerja masa lalu? Bagaimana teknologi mengubah lingkungan kelembagaan?

Pengaturan ekonomi pada lingkungan kelembagaan dimungkinkan terjadi. Proses produksi menuntut upaya spesialisasi dan pembagian kerja. Dibutuhkan sumber daya untuk menentukan tujuan produksi, bertransaksi dalam penggunaan sumber daya yang substansial, tetapi dalam konteks industri kecil.

Perilaku memaksimalkan dan informasi asimetris tentang harga dan teknologi yang dipertukarkan dalam sebuah proses produksi. Transaksi dan biaya bersamaan hadir dalam pemilihan teknologi yang digunakan. Sehingga fokus utama produksi industri kecil terjadi pada biaya transaksi yang efisien. Kerangka kompetitif hadir juga bersamaan dengan hadirnya teknologi. Kegagalan proses produksi pada industri kecil disebabkan ketidakmampuan pengusaha kecil ini untuk hadir dalam kompetitif dan hadirnya teknologi.

Jika pengusaha industri kecil ini ingin bertahan, maka ia harus menciptakan lingkungan ekonomi yang menginduksi pada upaya peningkatan produktivitas. Aktivitas “padat” yang ia inginkan, harus dipenuh dengan cara membuat jaringan sosial yang kuat. Fasilitas pertukaran lokal dan biaya transaksi yang rendah dibutuhkan pengusaha industri kecil agar mereka bertahan. Meskipun di sisi lain, lingkungan ekonomi berkembang terus bersamaan dengan tumbuhnya teknologi, biaya transaksi, dan terus berevolusi. Konflik proses produksi dan lingkungan ekonomi tak terhindarkan, tergantung bagaimana industri tersebut mampu berevolusi secepat evolusi lingkungan kelembagaan di sekitarnya.

rumahmediagrup/Anita Kristina