LOBANG PERJUANGAN

Lobang Perjuangan

November akan segera berlalu namun semangat kepahlawanan masih terasa. Betapa jasa para pahlawan kemerdekaan negri ini bertaruh nyawa, melepas keluarga dan ikhlas dalam siksa, hingga ajalpun menjemputnya.

Pernahkah pembaca berkunjung ke Lobang Jepang, yang terletak di Bukit Tinggi tidak jauh dari lokasi wisata Jam Gadang Sumatra Barat.

Dialah Letjen Moritake Tanabe panglima Divisi Angkatan Darat Balatentara Jepang yang menginstruksikan pembuatan sebuah lobang yang memiliki kedalaman 49 m dibawah permukaan tanah dan konon katanya lobang ini dapat menahan letusan bom seberat 500 kg.

Lobang terpanjang di Asia dengan jarak 6 km dan memiliki tembusan ke Ngarai Sianok, Jam Gadang dan benteng Fort De Kock di wilayah kebun binatang Bukit Tinggi.

Walaupun sekarang akses masuk ke Lobang Jepang dipermudah dan dibuat senyaman mungkin untuk pengunjung wisata sejarah, namun getar perjuangan para pendahulu kita masih bisa kita rasakan.

Kepedihan, kesunyian, keputusasaan tersimpan dalam dinding- dinding Lobang yang dingin dan mencekam.

Betapa penderitaan itu harus dibayar mahal dengan regangan nyawa perlahan dan menyakitkan. Disaksikan mata yang tak mampu untuk menyampaikan komunikasi, karena tak satu bahasa.

Didatangkan dari pulau Jawa, Kalimantan dan Sulawesi para pekerja Rhomusa pembuat Lobang Kematian dan penyiksaan itu. Sebagai upaya supaya rahasia negara kaum penjajah tetap terjaga.

Banyak lorong-lorong yang menjadi saksi bisu sejarah. Pengunjung wisata kini mungkin hanya dapat melihat sekelumit kecil saja, karena sebagian lorong lainnya sudah ditutup demi keamanan dan keselamatan pengunjung.

Alangkah bijaksananya jika kita selaku penerus sejarah mengingat pesan Presiden pertama Indonesia bahwa “Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah (JaS Merah).

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya.

rumahmediagrup/anisahsaleh

Photokoleksipribadi